Bupati yang bertindak sebagai inspektur upacara pun pada kesempatan tersebut, membacakan amat Kapolri.
Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat ini rupanya juga digelar secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri 1442 H tahun 2021.
"Apel ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan operasi ketupat 2021 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri 1442 H, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Polri, Pemda dan mitra Kamtibmas lainnya," ujar Bupati.
Baca juga: Antisipasi Pemudik, Bupati Kudus Ketatkan 3T
Amanat Kapolri tersebut, Haryanto juga mengatakan bahwa menjelang Hari Raya Idulfitri 1442 H, tren kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,03%. Hal ini, imbuhnya, disebabkan oleh karena adanya peningkatan aktivitas masyarakat khususnya menjelang akhir bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
"Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik. Dan ini merupakan tahun kedua karena situasi pandemi Covid-19," tambahnya.
Presiden Joko Widodo pun, menurut Haryanto, telah menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil melalui berbagai macam pertimbangan yaitu pengalaman terjadinya tren kenaikan kasus setelah pelaksanaan libur panjang, termasuk peningkatan kasus sebesar 93% setelah pelaksanaan libur Idulfitri tahun lalu.
Baca juga: Bupati Pati: Banyak Anak Jadi Yatim Karena Covid-19
"Maka dari itu perlu adanya pengawasan ketat terhadap protokol kesehatan di daerah tujuan mudik, sentra perekonomian dan keramaian dengan memedomani surat telegram Kapolri agar mendirikan Posko terpadu, melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19, melakulan patroli gabungan secara periodik, memberlakukan one gate sistem serta meningkatkan dukungan terhadap program vaksinasi massal," tuturnya.
Saat diwawancarai, Haryanto pun menyebut jika untuk saat ini jumlah pemudik yang sudah melapor sebanyak 498 orang. Jumlah tersebut terbanyak dari kecamatan Winong dan Kecamatan Jaken. Sedangkan untuk kecamatan Tambakromo, Sukolilo, Margoyoso, Dukuhseti belum ada laporan.
"Dari 498 ini semuanya sudah kita swab antigen, dan ada indikasi beberapa yang positif dan sudah kita evakuasi ke RSUD Soewondo. Tapi OTG, jadi tidak ada gejala sakit. Jumlahnya ada dua orang," ungkapnya.
Baca juga: Bupati Haryanto Salurkan Bantuan Keuangan ke 6.996 Lembaga Keagamaan
Oleh karena itu, ia menekankan perlunya upaya untuk mengantisipasi warga masyarakat yang pulang kampung.
"Ataupun juga bagi yang sudah terlanjur mudik duluan, kita tidak bisa menolak untuk dikembalikan. Sanksinya adalah dengan cara dilakukan isolasi, swab, dan kalau tidak taat ya kita jemput. Seperti tadi sore juga ada yang kita jemput," pungkasnya. (*)
Baca juga:
- Bupati Haryanto Salurkan Bantuan Keuangan ke 6.996 Lembaga Keagamaan
- Berikan Pembekalan, Bupati Ajak Cakades Terpilih Pahami Karakteristik Desa
- Pendataan BPUM, Bupati Imbau Camat Sampaikan Informasi Secara Valid
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur: Atik Zuliati
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]
[…] Baca Juga: Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Candi 2021, Bupati Singgung Penanganan Pemudik […]
BalasHapus