Senin, 31 Mei 2021

Dispertan Ajak Peternak Ayam Layer Perbaiki Manajemen Pemeliharaan

Pati, Mitrapost.com– Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati berupaya meningkatkan efisiensi pemeliharaan ternak ayam layer bersama para peternak. Hal ini dilakukan agar populasi ayam layer dapat meningkat sesuai sasaran atau target tahun 2021.

Menurut Seksi Data Peternakan Dispertan Kabupaten Pati, Dwi Lestari Ariyanti, terdapat tiga komoditas ternak yang tak mencapai target pada 2020. Antara lain ayam layer, ayam buras, dan itik.

“Dari ketiga komoditas itu tak sesuai dengan apa yang kami targetkan,” ujarnya kepada Mitrapost.com, Senin (31/5/2021)

Baca Juga: Naikkan Populasi Itik, Dispertan Tingkatkan Manajemen Budidaya dari Hulu ke Hilir

Berdasarkan catatan Data peternakan, target atau sasaran peternakan ayam layer pada 2020 adalah 338.996 ekor. Sedangkan, pencapaiannya hanya mampu mencapai 319.812 ekor saja.

Menurut analisisnya, tidak tercapainya populasi ayam layer dipengaruhi oleh adanya harga pakan yang mahal. Apalagi komposisi pakan ayam layer terbanyak berasal dari jagung.

“Harga jagung mulai naik mencapai Rp 6.500. Hal ini mengakibatkan harga pakan juga meningkat. Karena yang paling menentukan adalah jagungnya,” ungkapnya

Baca Juga: Mengenal Konstratani Dispertan Kabupaten Pati

Ia menjelaskan komposisi pakan ayam layer terdiri dari 50 % jagung, 35 % konsentrat, dan 15 % bekatul. Ia pun menambahkan jika minimal kandungan jagung pada pakan ternak harus mencapai 40 %.

“Agar ayam ini populasinya bagus dan sehat, maka pakan harus mampu dikontrol dengan baik. Jika tidak maka akan berujung sebaliknya, bahkan akan mempengaruhi pada buruknya kualitas telur,”imbuh Dwi

Menurut Petugas Data Peternakan Dispertan Kabupaten Pati, Suryono menyebutkan harga pakan ayam layer mencapai Rp 9.000 per kilogram di pasaran.

Dispertan Kabupaten Pati menargetkan jika tahun ini, populasi ayam layer mencapai 310.567 ekor. Angka ini merupakan target yang harus dikejar. (*)

Baca Juga:

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Mila Candra

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=X4mN0NqxEEo[/embedyt]

txtmedia.web.id kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan kesehatan

Luas Lahan Mencapai 169,79 Hektare, Komoditas Porang di Pati Dinilai Potensial

Pati, Mitrapost.com - Kabupaten Pati dinilai berpotensi menjadi wilayah penghasil porang yang besar. Dengan luas lahan mencapai 169,79 Hektare, porang di Pati sangat berpotensi menjadi pemasok ekspor porang ke mancanegara.

Berdasarkan catatan data komoditas Porang di Kabupaten Pati, wilayah dengan luas lahan porang terbesar ada di Kecamatan Tlogowungu dengan 79,61 hektare. Pada urutan ke-2 ditempati Kecamatan Gembong dengan luas lahan mencapai 21,61 hektare. Disusul Kecamatan Cluwak dengan luas lahan 15,75 hektare dan Kecamatan Gunungwungkal dengan luas lahan 15,13 hektare.

Di Kabupaten Pati, budidaya tanaman porang masih baru dikenal dalam beberapa tahun terakhir sehingga pengetahuan petani tentang budidaya dan teknologi pascapanen porang masih terbatas. Terbatasnya jumlah bibit yang tersedia, pembeli dan pabrik pengolahan porang merupakan kendala tersendiri dalam pengembangan porang.

Baca juga: Petani Pati Perlu Diajarkan Analisis Menanam Porang

Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), Kun Saptono, peluang pengembangan porang di Kabupaten Pati cukup besar, mengingat prospek pasar di dalam negeri maupun luar negeri yang cukup besar.

“Pati berpeluang mengembangkan porang. Apalagi prospek pasar tanaman tersebut cukup besar di dalam negeri maupun di luar negeri,” ujarnya belum lama ini.

Pernyataan tersebut didukung oleh Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dispertan Kabupaten Pati, Gunawan. Ia menyatakan jika kebutuhan ekspor porang masih terbuka luas karena kebutuhan pasar baru memenuhi sepertiga produksi porang.

Harga chip porang cukup tinggi dan nilai jual porang semakin meningkat setiap harinya. Selain itu potensi porang ditanam sebagai tanaman sela pada perkebunan kopi, cengkeh, dan kelapa maupun hutan masih luas.

Baca juga: Petani Mulai Minati Budidaya Porang, Perlu Ada Kebijakan Strategis

“Langkah Pemerintah Pusat dalam meningkatkan luas lahan dan produktivitas tanaman porang adalah langkah yang tepat,” ungkapnya saat diwawancarai.

“Pasalnya, tanaman porang sedang berada di tahap pengembangan menuju ekspor. Sehingga perlu memberi dukungan modal kepada petani porang di desa-desa,” imbuh Gunawan.

Perlu diketahui, berdasarkan informasi Dispertan Kabupaten Pati, harga umbi porang saat ini berkisar Rp7.500 per kilogram. (Adv)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

Naikkan Populasi Itik, Dispertan Tingkatkan Manajemen Budidaya dari Hulu ke Hilir

Pati, Mitrapost.com – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati berupaya meningkatkan manajemen budidaya ternak itik. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Seksi Data Peternakan Dispertan Kabupaten Pati, Dwi Lestari Ariyanti, Senin (31/5/2021).

Menurutnya, tugas Dispertan saat ini adalah menaikkan capaian populasi itik yang sempat tidak memenuhi target di tahun 2020.

Pihaknya mulai menggenjot upaya bimbingan teknis kepada peternak itik dalam memperbaiki manajemen pemeliharaan hewan dan pakan itik.

Baca juga: Hindari Pemborosan Pupuk, Dispertan Beri Materi PUTS dan PUP

Dispertan Kabupaten Pati menargetkan populasi itik mencapai 396.726 ekor pada 2020. Akan tetapi, kenyataan tidak berbanding lurus dengan target.

Pada 2020, Dispertan Kabupaten Pati hanya mampu menghasilkan populasi itik sebanyak 384.373 ekor. Sehingga jumlah tersebut tidak sampai memenuhi target dari Bidang Peternakan Dispertan Kabupaten Pati.

Dwi mengungkapkan, tidak tercapainya target tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya, menurunnya penjualan Day Old Duck (DOD) sebab peternak tidak dapat menjualkan ke beberapa kota karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Alhasil, berdampak pada penurunan permintaan itik yang drastis.

“Karena akibat pandemi Covid-19, menyebabkan pembatasan akses penjualan itik maupun telurnya yang mengakibatkan peternak sepi pembeli. Alhasil harga dinaikkan,” ujarnya.

Baca juga: Kurangi Penggunaan Pupuk Kimia, Dispertan Latih Petani Olah Bahan Organik

Ia menyebutkan, sebagian besar produk andalan peternakan itik di Kabupaten Pati adalah telur asin. Karena permintaan telur asin di beberapa tempat kuliner menurun menyebabkan peternak itik rugi sehingga memangkas produksi telur itik.

Selain itu, faktor lain yang mempengaruhi menurunnya produksi populasi itik adalah kesehatan yang menurun. Hal tersebut disebabkan karena adanya penurunan grade pakan, seperti penurunan grade pakan bekatul. Kondisi ini berdampak pada nafsu makan itik yang berkurang sehingga secara otomatis mengurangi fed intake.

“Biarpun harganya naik, tetapi pakan jangan sampai kualitasnya turun. Kalau turun akhirnya kebutuhan hidup mereka terganggu. Dampaknya produksi telur drop atau bahkan kematian,” ungkap Dwi.

Ia berharap dengan adanya efisensi pemeliharaan, peternak itik dan Dispertan mampu memenuhi sasaran target 2021.

Perlu diketahui, komoditas itik merupakan salah satu dari tiga komoditas unggulan ternak di Kabupaten Pati selain sapi potong dan kambing. Dispertan Kabupaten Pati menargetkan populasi itik dapat mencapai 310.382 ekor di 2021. (Adv)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

Mengenal Konstratani Dispertan Kabupaten Pati

Pati, Mitrapost.com - Guna memaksimalkan pembangunan pertanian dan memastikan ketersediaan pangan di Kabupaten Pati, Kementerian Pertanian melakukan gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang diwujudkan melalui Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di setiap Kecamatan se-Kabupaten Pati.

Konstratani juga merupakan perpanjangan tangan dari Komando Strategis Pembangunan Pertanian Tingkat Kabupaten Pati (Kostrada) yakni Dinas pertanan Kabupaten Pati.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Data dan Informasi pada Dispertan Pati Aldoni Nurdiansyah. Ia menegaskan Kostratani bukan lembaga baru di Dispertan melainkan transformasi dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP).

Baca juga: Kena Refocusing, Alokasi Asuransi Pertanian Pati Dikurangi 150 Hektare

"BPP di upgrade agar tidak ketinggalan zaman dan mengikuti permintaan publik. Kostrada (Dispertan) ibaratnya Kodim di kota kalau Kostratani di kecamatan kayak Koramil," kata Doni kepada Mitrapost.com saat ditemui di kantornya hari ini, Senin (31/5/2021).

"Dalam sebuah BPP Kostratani ditempatkan penyuluh pertanian dan petugas lainnya seperti dokter hewan, paramedis, dan petugas mesin," imbuhnya.

Konstratani mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan sinergi kegiatan pembangunan pertanian di Kecamatan masing-masing.

Sedangkan fungsinya sebagai pusat data dan informasi, pusat pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring kemitraan.

Baca juga:Kurangi Penggunaan Pupuk Kimia, Dispertan Latih Petani Olah Bahan Organik

Di tahun 2021 Kostratani memiliki misi menggali data potensi pertanian hingga data tanam panen komoditas strategis.

"Data yang diinput sifatnya mingguan kalau selama ini bulanan. Penginputan pun sekarang sistemnya sudah bisa online," katanya.

Database ini selanjutnya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan melakukan kegiatan, bahan penyusun perencanaan dan bahan membuat keputusan atas kebijakan di bidang pertanian.

Data-data yang dimaksud dikumpulkan melalui berbagai cara seperti wawancara, observasi, angket, dokumentasi dan pencarian laman di internet.(Adv)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

KPU Pati Lakukan Pemutakhiran Daftar Pemilih Tetap

Pati, Mitrapost.com – KPU Kabupaten Pati menggelar Rapat Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan periode Mei 2021 pada Senin (31/5/2021). Hal ini dilakukan untuk memperbarui data pemilih.

Berdasarkan hasil pemutakhiran data per Mei 2021 terdapat jumlah pemilih sebanyak 1.030.351 orang. Dari total tersebut pemilih laki-laki sejumlah 506.117 orang dan pemilih perempuan sejumlah 524.234 orang dari 21 kecamatan di Kabupaten Pati.

Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan ini bertujuan untuk memperbaharui data pemilih seperti menambahkan pemilih baru yang belum terdaftar dalam daftar pemilih, pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat dan perubahan atau perbaikan elemen data pemilih.

Masyarakat dapat memberikan tanggapan dan masukannya apabila ada keluarga yang meninggal atau pindah, sudah berusia 17 tahun, belum masuk dalam Daftar Pemilih Tetap pada Pemilu 2019 atau mengalami perubahan identitas diri. Tanggapan dan masukan dimaksud dapat melalui bit.ly/dpb-kpupati2021.

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

Kena Refocusing, Alokasi Asuransi Pertanian Pati Dikurangi 150 Hektare

Pati, Mitrapost.com Alokasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dari APBD Pemerintah Jawa Tengah kena refokusing. Yakni dari alokasi terdahulu 700 hektare menjadi 500 hektare.

Sedangkan premi asuransi APBD untuk masing-masing petani adalah senilai Rp180 ribu per hektare per musim tanam (MT) yang seluruhnya disubsidi oleh pemerintah provinsi.

Rukisih, Seksi Agribisnis Dispertan Pati, mengungkapkan pengurangan alokasi ini disebabkan oleh dana APBD Jawa Tengah yang dialihkan untuk penanganan lanjutan pandemi Covid-19.

"AUTP APBD Direfokusing jadi 550 hektare. Dari pemerintah provinsi untuk penanganan Covid-19," ujarnya, Senin (31/5/2021).

Di sisi lain minat para petani Pati untuk mengikuti program asuransi pertanian juga masih rendah. Dari 500 hektare kuota yang diberikan, hanya dimanfaatkan petani sebanyak 30 persennya.

Baca juga: Pati Dapat Alokasi Asuransi Pertanian Lagi, Sayangnya Minim Peminat

Faktor ini dipengaruhi oleh minimnya tingkat gagal panen di MT-2. "Tahun ini belum banyak yang ikut baru 100 hektaran. Belum banyak yang ikut karena MT-2 sudah terlanjur tanam. Nanti di MT-3 baru mengajukan. Minatnya belum tinggi. Sudah mau panen dan tidak ada tanda-tanda kegagaaln," kata Rukisih.

Kendati minim gagal panen, bukan artinya di musim tanam kedua (MT-2) program asuransi tidak dimanfaatkan.

"MT-2 kemarin salah satu desa di Gabus mengajukan klaim karena puso. Saya belum bisa menyebutkan desanya karena baru tanya prosedur pengajuan klaimnya. Saat ini sudah didampingi para penyuluh lapangan," katanya.

Kendati minat petani masih rendah untuk ikut asuransi di dua musim pertama, Dispertan Pati berkomitmen akan mengejar kekurangan penyerapan alokasi kuota AUTP APBD di musim tanam ketiga (MT-3) pada Bulan Oktober mendatang. (Adv/MA)

Baca juga: Tingkatkan Produksi Pertanian, Diperlukan Pemupukan Berimbang

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa PS

 

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=RWvUP3UWtd0[/embedyt]

Kemenag Pati Gelar Babak Final Pemilihan Penyuluh Agama Islam Teladan

Pati, Mitrapost.com - Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati adakan babak final Pemilihan Penyuluh Agama Islam Teladan tingkat kabupaten.

Acara digelar di Aula Kantor Kemenag Pati mulai Pukul 08.00 WIB. Dipantau acara menerapkan protokoler covid-19 ketat. Para peserta dan panitia menjaga jarak, memakai masker, dan cuci tangan sebelum memasuki aula.

Sebelumnya, acara seleksi pemilihan penyuluh teladan digelar selama satu bulan. Diikuti oleh 14 Penyuluh PNS dan 21 Penyuluh non PNS di seluruh Kantor KUA se- Kabupaten Pati.

Baca juga: Kemenag Rembang Tetap Siapkan Administrasi Calon Jemaah Haji

Di babak final menampilkan 3 orang penyuluh agama Islam, diantaranya Muhammad Asnawi, Penyuluh PNS dari KUA Kecamatan Gabus, Siti Nurkayati, Penyuluh Non PNS dari Kecamatan Juwana dan Suyitno, Penyuluh Agama Islam Non PNS dari Kecamatab Jaken.

Mohammad Alimin, Kasi Bimas Islam Kemenag Pati mengapresiasi tingginya minat para penyuluh mengikuti perlombaan. Berbagai inovasi penyuluhan baru ditampilkan dalam satu bulan terakhir.

"Lomba penyuluh teladan ini digelar untuk memotivasi penyuluh agar lebih kreatif menciptakan inovasi-inovasi penyuluhan di masa pandemi," kata Alimin dalam sambutannya membuka acara, Senin (31/5/2021).

Baca juga: Kemenag Tegal Ungkap Adanya Klaster Covid-19 Pondok Pesantren

Penilaian lomba menitikberatkan kepada keunikan latar belakang jamaah binaan penyuluhan. Sementara teknis lombanya para penyuluh diwajibkan memperlihatkan video penyuluhan dan mempresentasikan output penyuluhan kepada juri melalui presentasi point dan karya ilmiah.

Dalam perlombaan tersebut, Asnawi penyuluh Gabus mengangkat tema penyuluhan agama Islam di Lapas Pati dengan pendekatan Logoterapi. Suyitno dari Jaken mengangkat tema tangkal radikalisme, sementara Nurkayati dari Juwana mengangkat tema pemberdayaan majelis taklim janda melalui penyuluhan agama Islam.

Mohammad Alimin menyebut, setelah perlomaan di tingkat Kabupaten pemenang nantinya akan kembali berlomba mewakili Kabupaten Pati dalam Ajang Pemilihan Penyuluh Agama Islam Teladan tingkat Provinsi Jawa Tengah.(*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

Dispertan Ajak Peternak Ayam Layer Perbaiki Manajemen Pemeliharaan

Pati, Mitrapost.com – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati berupaya meningkatkan efisiensi pemeliharaan ternak ayam layer bersama para...