Tampilkan postingan dengan label kabupaten pati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kabupaten pati. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Mei 2021

Mengenal Konstratani Dispertan Kabupaten Pati

Pati, Mitrapost.com - Guna memaksimalkan pembangunan pertanian dan memastikan ketersediaan pangan di Kabupaten Pati, Kementerian Pertanian melakukan gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang diwujudkan melalui Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di setiap Kecamatan se-Kabupaten Pati.

Konstratani juga merupakan perpanjangan tangan dari Komando Strategis Pembangunan Pertanian Tingkat Kabupaten Pati (Kostrada) yakni Dinas pertanan Kabupaten Pati.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Data dan Informasi pada Dispertan Pati Aldoni Nurdiansyah. Ia menegaskan Kostratani bukan lembaga baru di Dispertan melainkan transformasi dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP).

Baca juga: Kena Refocusing, Alokasi Asuransi Pertanian Pati Dikurangi 150 Hektare

"BPP di upgrade agar tidak ketinggalan zaman dan mengikuti permintaan publik. Kostrada (Dispertan) ibaratnya Kodim di kota kalau Kostratani di kecamatan kayak Koramil," kata Doni kepada Mitrapost.com saat ditemui di kantornya hari ini, Senin (31/5/2021).

"Dalam sebuah BPP Kostratani ditempatkan penyuluh pertanian dan petugas lainnya seperti dokter hewan, paramedis, dan petugas mesin," imbuhnya.

Konstratani mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan sinergi kegiatan pembangunan pertanian di Kecamatan masing-masing.

Sedangkan fungsinya sebagai pusat data dan informasi, pusat pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring kemitraan.

Baca juga:Kurangi Penggunaan Pupuk Kimia, Dispertan Latih Petani Olah Bahan Organik

Di tahun 2021 Kostratani memiliki misi menggali data potensi pertanian hingga data tanam panen komoditas strategis.

"Data yang diinput sifatnya mingguan kalau selama ini bulanan. Penginputan pun sekarang sistemnya sudah bisa online," katanya.

Database ini selanjutnya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan melakukan kegiatan, bahan penyusun perencanaan dan bahan membuat keputusan atas kebijakan di bidang pertanian.

Data-data yang dimaksud dikumpulkan melalui berbagai cara seperti wawancara, observasi, angket, dokumentasi dan pencarian laman di internet.(Adv)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

Sabtu, 29 Mei 2021

Diskominfo Pati: Pelantikan Kades Berjalan Sukses dan Tak Timbulkan Klaster

Pati, Mitrapost.com Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pati mengungkapkan pelantikan kepala desa (Kades) berjalan dengan sukses dan tidak menimbulkan klaster penyebaran virus corona.

Kepala Diskominfo Kabupaten Pati Indriyanto mengatakan hal ini terjadi lantaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah menyiapkan pelantikan dengan matang, dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.

"Pelantikan kemarin alhamdulillah dua hari, Sabtu dan Senin kemarin, berjalan dengan sukses. Memang dari awal Pak Bupati menerapkan kebijakan bahwa pelantikan tetap dilaksanakan secara langsung tetapi dengan menjaga protokol kesehatan seketat mungkin," ungkap Indriyanto saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (28/5/2021).

Ketatnya penerapan protokol kesehatan ini terlihat dengan jadwal pelantikan yang berlangsung selama dua hari dan dalam empat waktu atau shift. Selain itu, yang hadir dalam pelantikan ini dibatasi hanya kepala desa terpilih dan pendampingnya.

"Makanya dibagi dua hari masing-masing dua shift. Pelantikannya langsung tetapi juga disiarkan melalui Youtube, live streaming Instagram," tutur Indriyanto.

Baca juga: Usai Pelantikan, Bupati Imbau Kades Rangkul Seluruh Masyarakat Desa

Bahkan para hadirin diwajibkan mengikuti tes Covid-19 sebelum mengikuti acara. Bila negatif maka kepala desa atau pendamping diperkenankan mengikuti pelantikan secara langsung di Pendopo Kabupaten Pati. Bila positif, kades dilantik secara virtual.

"Jadi dari awal sudah di-setting semaksimal mungkin dengan ketat. Termasuk para calon sebelum dilantik juga dites swab. Kalau memang negatif boleh dilantik secara langsung di Pendopo. Dan yang positif dilantik secara virtual. Tetap dilantik tetapi via Zoom," tandasnya.

Hal ini dilakukan demi memutus mata rantai penyebaran virus corona serta mengantisipasi agar tidak muncul klaster Covid-19 kembali di Bumi Mina Tani. (Adv)

Baca juga: Marak Penipuan Berkedok Pesan Berhadiah, Diskominfo Pati Minta Warga Tak Lengah

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa PS

 

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=sN5e5Ye39qc[/embedyt]

Selasa, 25 Mei 2021

Awas APS di Pati Kembali Merebak, Warga Dimohon Tak Menjenguk

Pati, Mitrapost.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mewanti-wanti kepada masyarakat untuk tidak mudah menjenguk kerabatnya atau tetangganya yang baru selesai dirawat di rumah sakit sebelum memastikan pasien yang baru pulang bukan pasien Covid-19.

Pasalnya, saat ini merebak pasien Covid-19 yang pulang atas permintaan sendiri (APS) di Kabupaten Pati. Pasien ini belum dinyatakan negatif Covid-19 tetapi lebih memilih pulang dan menjalani karantina di rumah secara mandiri.

Menurut Kapala Bidang (Kabid) P2 Dinkes Kabupaten Pati Joko Leksono W, sudah ada surat edaran dari Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pati dalam hal ini Bupati Pati Haryanto bahwa rumah sakit dilarang memulangkan pasien atas permintaan (pasien) sendiri (APS).

Baca juga: Panti Asuhan Jadi Klaster Covid-19, Dinsos PPKB Buka Dapur Umum

Namun dalam kenyataannya banyak pasien yang kukuh ingin pulang. "Biasanya pasien diberikan pengertian agar tidak pulang dulu. Tetapi bila 3 kali masih kukuh untuk pulang APS maka akan ada koordinasi dengan pihak puskesmas setempat," ujar Joko saat ditemui Mitrapost.com ruang kerjanya, Senin (24/5/2021) kemarin.

APS ini keengganan pasien untuk dirawat di rumah sakit bukan lantaran tidak ada ruangan di RS tetapi lantaran mereka ingin keluar.

"Dia ditawari di rumah sakit, bila ndak mau ditawari karantina di RSUD RAA Soewondo kalau ndak mau ya opsi terakhir isolasi mandiri di rumah," lanjut Joko.

Ia mengaku pihaknya kesulitan mengawasi pasien APS ini. Maka dari itu ia meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah menjenguk kerabat atau tetangga yang baru keluar dari rumah sakit.

Pihaknya tidak mau klaster Covid-19 kembali merebak lagi di Kabupaten Pati. "Di rumah kan yang ngawasi ndak ada. Susah berhasilnya. Karena dua hari tiga hari patuh tatapi setelah itu ndak bisa memantau dia keluar rumah atau tidak. Pengawasannya kurang, kecenderungan budaya orang Pati itu ditengok," tandasnya. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=SKlLWBycGsY[/embedyt]

Sabtu, 22 Mei 2021

DKP Pati Targetkan Produksi Garam 260 Ribu Ton Tahun Ini

Pati, Mitrapost.com - Tahun 2021 pemerintah pusat menargetkan Kabupaten Pati produksi garam rakyat sebanyak 388 ribu ton. Sementara Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pati menargetkan petani Pati hanya mampu memproduksi sebanyak 260 ribu ton.

Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Produk Kelautan dan Perikanan (P3KP) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, Johanes Harnoko mengatakan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi DKP Pati menurunkan target produksi. Diantaranya, musim kemarau tahun ini tak sekering tahun-tahun sebelumnya.

"Kita nego alasannya berdasarkan produksi tahun kemarin, kita mengundang BMKG di akhir tahun kecenderungan cuacanya agak lebih baik dari 2020 tapi tidak sebagus di tahun 2018," kata Johannes kepada Mitrapost.com saat ditemui di kantornya hari ini, Sabtu (22/5/2021).

Baca juga: Lomba KTT Berprestasi, Dispertan Pati Support KTT Mendo Mulyo

Perlu diketahui selama 10 tahun terakhir puncak produksi garam Pati tertinggi berada di tahun 2015 dengan capaian 381,7 ribu ton dan 2019 dengan capaian 350,7 ribu ton. Diprediksi cuaca tahun 2021 tak sebagus tahun-tahun tersebut, sehingga dianggap tidak relevan target 388 ribu bisa dicapai.

Faktor kedua selain cuaca, harga garam saat ini diketahui kurang bagus. Garam rakyat dipasaran perkilonya hanya Rp550 (garam kualitas unggulan K1) dan diprediksi bisa turun lagi saat panen raya garam di Bulan Juli.

Rendahnya harga garam membuat semangat petani kendor. Diprediksi Johanes dari 2.907.62 hektare lahan pertanian garam di Pati hanya 2.000 hektare saja yang beroperasi. Sisa tambak diisi ikan yang lebih menjanjikan harganya.

"Kembali lagi kepenyerapan. Kalau harga bagus kan semangat. Dari luasan kita di 2.900-an hektare kalau dibuat garam semua ya bisa, tapi pengaruh harga mempengaruhi luasan yang menurun. Kalau harganya turun jelas mereka memilih diisi ikan," terangnya.

Upaya pemerintah akan mengimpor garam sebanyak 3,5 juta ton juga menurut Yohanes menyurutkan semangat petani garam untuk beroperasi.(Adv)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

Rabu, 19 Mei 2021

Vaksinasi untuk Masyarakat Direncanakan Mulai Bulan Juni

Pati, Mitrapost.com - Pelaksanaan vaksinasi gelombang dua di Kabupaten Pati rencananya akan digelar pada bulan Juni mendatang. Vaksinasi ini menyasar masyarakat umum.

Hal tersebut disampaikan oleh Joko Leksono Widodo, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Pati saat ditemui Mitrapost.com di ruang kerjanya, Senin (17/5/2021) lalu.

"Paling nanti setelah Mei. Berarti untuk publik istilahnya, masyarakat umum nanti bulan Juni. Gelombang dua nanti dikurangi nakes dan pelayan publik plus lansia. Itu yang terbanyak, kalau kita lihat ya 76 persen nanti itu," ujar Joko.

Baca juga: Ratusan Warga Kota Semarang Positif Covid-19 Usai Vaksinasi

Jika vaksin yang diterimanya nanti mencukupi, pihaknya akan segera me-running pelaksanaan vaksinasi gelombang kedua tersebut. Menurutnya, fasilitas kesehatan di Kabupaten Pati sudah cukup banyak untuk segera menyelesaikan pelaksanaan vaksinasi tersebut.

"Dan itu akan kita running segera kalau memang jumlah vaksinnya mencukupi. Karena kita punya titik itu di rumah sakit Soewondo, rumah sakit Kayen, kemudian ada 29 puskesmas kan bisa kita running. Dan itu punya wilayah dia. Kan cepat itu sebetulnya," terangnya.

Oleh karenanya, ia pun berharap ketersediaan vaksin di daerah ini cukup. Supaya pelaksanaan vaksinasi makin cepat. "Semakin jumlah cukup kita akan makin cepat," kata Joko.

Ia pun menambahkan bahwa program pemerintah terkait vaksinasi ini paling cepat akan selesai pada bulan Maret tahun 2022. Dan akan menyasar seluruh penduduk di Indonesia. Menurutnya ini tidak akan mudah untuk dicapai.

Baca juga: Rp105 Miliar Dana Refocusing Pati untuk Program Vaksinasi

"Karena janji beliau kan semua penduduk harus divaksin, kecuali ada yang kontra indikasi. Semua jumlah penduduk yang memenuhi syarat lho Mas. Kalau umurnya di bawah 18 ya tidak masuk syarat. Tidak diperbolehkan oleh Kemenkes dan WHO," jelasnya.

Ia pun tidak bisa memungkiri bahwa jumlah vaksin yang disalurkan terbanya

k di daerah Jawa dan Bali. Pasalnya jumlah penduduk Indonesia terbanyak berada di dua pulau tersebut. Selain itu biaya pengiriman di luar Jawa juga lebih mahal.

"Ini bukan karena kita dianak emaskan oleh pemerintah, karena jumlah penduduknya banyak itu Jawa dan Bali," tuturnya. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

Senin, 17 Mei 2021

Tak Punya Gedung Pelatihan, CPNS Pati Ikuti Latsar di Semarang dan Bandung

Pati, Mitrapost.com - Peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Kabupaten Pati mengikuti Latsar di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah di Semarang dan di PPSDM Geominerba, yang berlokasi di Bandung.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Pati, Aziz Muslim, BKPP Kabupaten Pati belum memiliki gedung Diklat. Sehingga pihaknya belum mampu memfasilitasi tempat untuk diadakannya Latsar bagi Peserta Latsar CPNS dari Kabupaten Pati.

“Di sini kami belum memiliki gedung sendiri. Sehingga kami berusaha menyurati lembaga Diklat akreditasi. Yakni salah satunya di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah yang ada di Semarang,” ungkapnya kepada Mitrapost.com, Senin (17/5/2021).

Baca juga: Puluhan Pasien Covid-19 di RSUD Soewondo Diswab, Dinkes Pati: 7 dari Klaster Tarawih

Namun, adanya keterbatasan ruang menyebabkan peserta Latsar CPNS dari Pati tidak bisa tercover seluruhnya di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah. Dari jumlah 495 CPNS asal Pati, BPSDMB hanya mampu menampung sebanyak 130 peserta Latsar CPNS. Sehingga terdapat 365 peserta Latsar CPNS yang tidak dapat mengikuti latsar di Semarang.

“Gedung BPSDMD di Semarang nggak cukup untuk menampung peserta, kami berusaha mencari lembaga diklat di Yogyakarta. Akan tetapi, kami tidak mendapatkan izin karena tidak mampu menampung,” ungkap Aziz

Aziz mengatakan jika pihaknya mendapat rekomendasi dari BPSDMD untuk mengajukan permohonan penyediaan lokasi berlangsungnya Latsar kepada Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Alhasil, BKPP difasilitasi di PPSDM Geominerba di Bandung.

Baca juga: Libur Lebaran, Kapolres dan Dandim Pati Sambangi Dua Lokasi Wisata

Selain itu, ia menyampaikan bahwa peserta latsar CPNS yang berlokasi di Bandung dapat melakukan Latsar secara virtual di rumah masing-masing.

Perlu diketahui, Latsar CPNS merupakan mekanisme yang harus dilalui CPNS sebelum menjadi PNS.

Menurutnya, latsar merupakan pintu gerbang yang harus dilewati oleh para CPNS sebelum mereka berhak diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pelatihan tersebut bertujuan untuk mengembangkan kompetensi CPNS yang dilakukan secara terintegrasi. Kompetensi diukur berdasarkan kemampuan menunjukkan sikap perilaku bela negara, aktualisasi nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas jabatannya, aktualisasi kedudukan dan peran PNS dalam kerangka NKRI, dan serta menunjukkan penguasaan kompetensi teknis yang dibutuhkan sesuai bidang tugas. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

Kamis, 06 Mei 2021

Tercatat 78 Kasus Kecelakaan di Pati Selama Ramadan

Pati, Mitrapost.com - PT Jasa Raharja (persero) Cabang Pati mencatat, selama bulan Ramadan terjadi 78 kasus kecelakaan kendaraan bermotor di Pati. Bila di rata-rata dalam sehari bisa tiga hingga empat kejadian kecelakaan.

Hal ini diungkapkan oleh Muhammad Hasbi, Pelaksana Teknis PT Jasa Raharja cabang Pati. Jenis kecelakaan seluruhnya adalah kecelakaan lalu lintas jalan bukan kecelakaan dari alat angkutan umum.

"Sektor kecelakaan 33 (angkutan umum) untuk Ramadan nihil. Adanya sektor lalu litas jalan. 13 April sampai 5 Mei ada 78 kasus yang tercatat di Polres Pati. Korbannya 11 meninggal dan 67 luka-luka," urai Hasbi kepada Mitrapost.com saat ditemui di kantor Jasa Raharja Pati, Kamis (6/5/2021).

Baca juga: Video : Detik-Detik Kecelakaan Bus PO Haryanto di Tol Kalikangkung

Hasbi menambahkan, kejadian kecelakaan sering terjadi di malam hari hingga subuh. Banyak juga kasus tabrak lari.

Diakuinya para ahli waris korban meninggal seluruhnya telah mendapatkan mendapatkan santunan dari Jasa Raharja.  Sementara santunan untuk korban luka-luka sebagian kecil belum diberikan lantaran masih di rawat di fasilitas kesehatan.

Ahli waris korban meninggal akan mendapatkan santunan sebanyak Rp50 juta, sementara korban luka-luka menerima santunan maksimal Rp20 juta.

"Berdasarkan PMK No 15, 16, dan 17 diberikan ahli waris yang sah Rp50 juta, yaitu untuk duda janda, orang tua, atau anak yang sah. Harus ada untuk biaya santunan meninggal dan pemakaman," ujar Hasbi.

Baca juga: Kecelakaan Pick up vs Motor, Tewaskan 1 Pengendara

Hasbi menyebut angka kecelakaan saat Ramadan meninggi saat memasuki fase mudik lebaran dan malam takbiran jelang hari raya Idulfitri.

"Kami mengimbau mendekati idulfitri ini para pengendara lebih berhati-hati dan selalu patuhi rambu-rambu lalu lintas," imbau Hasbi.

Tahun ini dengan adanya larangan mudik lebaran dari pemerintah diharapkan angka kecalakaan ini tak bertambah di akhir Ramadan.(*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

Denda Pajak Kendaraan Bermotor Kembali Dibebaskan

Pati, Mitrapost.com BUMN PT Jasa Raharja kembali memberikan relaksasi Pembebasan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Selain itu denda pajak kendaraan bermotor (PKB) juga dibebaskan.

Program ini berlaku khusus untuk masyarakat Provinsi Jawa Tengah. Berlaku dari 6 Mei hingga 6 September 2021.

Muhammad Hasbi selaku Pelaksana Teknis Jasa Raharja Cabang Pati menambahkan, program ini diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengurangi beban masyarakat terhadap dampak pandemi covid-19.

"Dari Pergub Jawa Tengah mengadakan pemutihan untuk kendaraan bermotor. Per tanggal 6 Mei sampai 6 September. Empat bulan khusus di wilayah Jawa Tengah ada program pembebasan denda PKB dan SWDKLLJ," kata Hasbi, Kamis (6/5/2021).

Baca juga: Perubahan Raperda Retribusi Uji Kendaraan Bermotor, Pembayaran Via Online

Pembebasan pajak ini berlaku untuk semua jenis kendaraan bermotor baik roda dua, roda empat atau lebih.

Hasbi menerangkan, berdasarkan ketentuan yang berlaku, pajak kendaraan dan sumbangan kecelakaan yang diputihkan adalah pajak dan sumbangan di periode tahun 2020 dan tahun-tahun sebelumnya. Sementara untuk pajak dan sumbangan yang telat dibayarkan pada bulan Mei 2021 atau lebih tetap dikenakan denda dan sumbangan.

"Misalnya pajaknya mati tahun 2020 lalu diperpanjang sekarang itu nggak kena denda. Tapi misalnya telat 1 Mei ini dia kena denda, yang tahun 2020 tidak kena. Jika ia telat tahun berjalan tetap dikenakan sesuai ketentuan," Hasbi mencontohkan.

Baca juga: Rembang Mulai Berlakukan Tilang Online Hari Ini

Perlu diketahui pembebasan denda pajak kendaraan bermotor dan sumbangan kecelakaan lalu lintas ini sebenarnya bukan program baru. Tahun 2020 Pemprov Jateng sudah memberikan pemutihan sebanyak dua kali, berakhir pada 19 Desember 2020.

Adanya penghapusan denda pajak dan iuran kecelakaan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang sampai kini belum juga bisa dikendalikan. (*)

Baca juga: Pemkab Pati Sediakan Ratusan Doorprize untuk Warga Taat Pajak

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa PS

 

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=XtyjNUajjQQ[/embedyt]

Ratusan Pemudik Sampai di Pati, Dua Positif Covid-19

Pati, Mitrapost.com - Ratusan pemudik telah memasuki Kabupaten Pati. Mereka merupakan perantau dari berbagai daerah, termasuk para buruh migran atau TKI. Dua diantaranya positif mengidap virus corona.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Pati Haryanto ketika diwawancara oleh awak media di Markas Polres (Mapolres) Pati, Rabu (5/5/2021) kemarin.

“Pemudik yang sudah terlanjur pulang jumlahnya ratusan, yang sudah laporan ada 498. Paling banyak di Kecamatan Winong dan Jaken. Tapi ada enam kecamatan yang belum melaporkan jumlah pemudik,” kata dia.

Baca juga: Nekat Mudik, Berikut Sanksi Yang Akan Diterapkan

Haryanto mengungkapkan, pihaknya mengetahui adanya dua pemudik positif Covid-19 lantaran sebelumnya telah mendata dan melakukan tes usap (swab) antigen atau rapid test antigen.

“Sore kemarin sudah kami bawa ke RSUD Soewondo, tapi keduanya OTG (Orang Tanpa Gejala), tidak sakit,” kata Haryanto.

Dia menambahkan, kedua pemudik yang positif Covid-19 tersebut baru satu hari di kampung halaman. Namun demikian, pihaknya tetap akan melakukan tracing.

Tes swab antigen ini merupakan langkah Pemkab Pati beserta Polres Pati untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona yang dibawa oleh para pemudik yang terlanjur sampai di Kabupaten Pati.

Baca juga: Puncak Arus Mudik, Ganjar Minta Pengetatan di Jalur Tikus

“Bagi yang terlanjur mudik, kami tidak bisa menolak dan memaksakan mereka harus kembali lagi ke tempatnya merantau. Tapi ya harus mau swab, kalau positif diisolasi. Kalau tidak taat ya kami jemput,” ungkap dia.

Haryanto menuturkan, di antara ratusan pemudik yang sudah terdata memang terdapat buruh migran yang pulang dari luar negeri. Namun mereka sudah dilengkapi dokumen-dokumen pendukung, termasuk surat bahwa yang bersangkutan sudah melakukan tes Covid-19.

“Kalau buruh migran persyaratannya sangat ketat, ada dokumen-dokumen. Biasanya (perantauan dalam negeri) yang mencuri start mudik yang tidak punya dokumen,” pungkas Haryanto. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

Rabu, 05 Mei 2021

Panen Padi di Pati Kota Diprediksi pada Akhir Mei

Pati, Mitrapost.com - Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Pati, Tarjono memprediksi akhir Bulan Mei hingga awal Bulan Juni 2021, para petani padi di Kecamatan Pati sudah memasuki masa panen.

Harapannya, hasil panen di musim tanam MT-2 tahun ini harganya bagus, sebagai pengobat gagal panen akibat banjir yang menenggelamkan padi di musim tanam pertama (MT-1) Februari lalu.

Selain itu, BPP Pati juga optimis bahwa panen padi tahun ini akan mendapatkan kualitas gabah yang lebih baik dari pada MT-2 tahun lalu.

Baca juga: Panen Melon Kedua Menjadi Obat Gagal Panen Pertama

Hal ini, ditandai dengan tanaman menurunnya gangguan hama dan kecukupan pasokan air, namun petani tetap diimbau untuk tetap mewaspadai hujan disertai angin kencang yang masih kerap ada bulan ini.

Tarjono mengatakan panen padi pada Mei akhir mendatang akan terjadi di Desa Puri dan Ngepungrojo. Ia menjelaskan luas panen padi Kecamatan Pati diperkirakan mencapau 15-17 hektare.

"Puri dan Ngepung mulai tanam Februari, panennya Mei minggu 4 sampai awal Juni tahun ini. Luasannya 15 hingga 17 hektare dengan varietas padi Inpari 32," ungkap Tarjono.

Baca juga: Video : Panen Sembung, Poktan Tani Mulya Mandiri Jadi Produsen Bahan Jamu

Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Pati telah lakukan pemantauan sejak awal musim tanam. Data panen ini selanjutnya akan diinput dalam aplikasi e-Panen, agar hasil panen di Pati dapat diketahui oleh pemerintah daerah hingga pusat.

Selanjutnya, melalui aplikasi e-Panen tersebut Bupati dan Gubernur dapat intervensi terkait harga gabah, agar harganya tidak anjlok pada panen raya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian melalui website infoharga.agrojowo.biz harga gabah kering panen saat ini berada dikisaran Rp4.300, sementara gabah kering giling di harga Rp5.000. Diharapkan harga ini bertahan hingga musim panen MT-2 nanti.

Perlu diketahui, karena menganut sistem pengairan irigasi dalam setahun Kecamatan Pati bisa melakukan tanam padi hingga 3 kali musim tanam. Meski jarang, selain bertani padi, pada musim kemarau di MT-3 para petani biasanya beralih menanam jagung dan hortikultura.(Adv)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]


Seluruh Petani di Kecamatan Pati Telah Tercover Kartu Tani

Pati, Mitrapost.com Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati melalui Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Pati menyebut seluruh petani di Kecamatan Pati telah menerima kartu tani.

Tarjono, Koordinator BPP Kecamatan Pati memjelaskan sebanyak 6.500 petani telah ter-cover dalam kartu tani dan terdaftar di e-RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok).

"Kartu tani hampir 100 persen soalnya kalau enggak punya, pelayanan pupuk enggak maksimal. Sudah 6.500 orang petani di 24 kelompok tani," kata Tarjono saat ditemui di Kantor BPP belum lama ini.

Meski demikian, Tarjono mengatakan masih terdapat kendala keterbatasan material dalam penyaluran kartu tani di Pati. Akibatnya masih ada petani yang belum mendapatkan kartu.

"Yang belum keluar kita buatkan surat keterangan sampai bulan Mei. Itu saja cuma dua. Karena kita sudah ajukan kartu tani, material belum ada tapi bisa dapat pupuk," imbuh Tarjono.

Baca juga: Petani Masih Terkendala Validasi Data dan Penggunaan Kartu Tani

Kartu tani pada dasarnya berfungsi sebagai identitas diri petani agar mudah terdeteksi oleh pemerintah daerah hingga pusat. Kartu ini selanjutnya bisa digunakan petani untuk menebus pupuk subsidi.

Dengan kartu tani ini diharapkan mampu membuat distribusi bantuan pupuk lebih tepat sasaran, dan meminimalisir kecurangan oknum distributor.

Selain dijadikan instrumen penyalur pupuk bersubsidi resmi, kartu tani juga bisa menjadi sarana pemerintah dalam menyalurkan bantuan untuk para petani.

Tak hanya itu kartu tani juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan transaksi ATM, seperti menarik uang hingga transfer. Termasuk digunakan untuk pembayaran kredit usaha di lembaga perbankan dan keuangan. (Adv)

Baca juga: Transaksi Pupuk Subsidi ZA di Pati Tertinggi Keenam di Jateng

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa PS

 

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=Ik2jCde50e8[/embedyt]

Pendapatan Asli Daerah Pati di Triwulan I Rp76,6 Miliar

Pati, Mitrapost.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pati pada triwulan I atau hingga Maret 2021 mencapai Rp76,6 miliar. Bila dipresentasekan PAD Kabupaten Pati pada periode ini sudah 24,69 persen dari target yang ditetapkan untuk tahun 2021 ini.

"Pendapatan Asli Daerah Pati pada triwulan pertama ini Rp76,6 miliar," ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati Turi Atmoko saat ditemui Mitrapost.com di ruang kerjanya, belum lama ini.

Target PAD Kabupaten Pati pada tahun ini sendiri sebanyak Rp340 miliar. PAD ini dari berbagai sumber, baik pajak-pajak seperti pajak hotel, restoran, pajak hiburan, pajak reklame dan lainnya, serta dari retribusi-retribusi seperti retribusi izin mendirikan bangunan (IMB), retribusi parkir dan sebagainya.

Baca juga: Video : Berkah Ramadan, Pendapatan Pedagang Makanan Tradisional Meningkat

Selain itu, PAD ini juga bersumber dari laba dari Bank Jateng. Turi menyebutkan, laba dari bank itu ditargetkan sebesar R21 miliar.

“Targetnya tembus Rp 21,9 miliar. Tapi bayarnya saat ini belum komplit. Yaitu, Rp15 miliar. Sisanya triwulan III akan dibayar,” ungkapnya.

Ia pun yakin target PAD pada tahun 2021 ini bisa tembus bahkan melalui target. Selain itu, nantinya target ini akan diperbarui dalam perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Rencana pihaknya akan menaikkan target ini.

“Rencananya Juni akan menyusun rancangan. Kemudian evaluasi RKPD, lanjut perubahannya. Penetapannya September,” imbuhnya.

Baca juga: Video : Setahun Tak Bisa Pentas, Pendapatan Seniman Pati Anjlok hingga Picu Perceraian

Menurutnya, ada beberapa pajak daerah tersebut memang ada yang rendah. Ini disebabkan adanya pandemi Covid – 19. Saat ini pajak hiburan mencapai kisaran 10 persen. Ini karena beberapa tempat hiburan belum beroperasi.

Sedangkan untuk realisasi PBB – P2, telah tercatat dua kecamatan di Kabupaten Pati yang mencapai 100% sampai dengan triwulan I yaitu Kecamatan Winong dan Gembong.

Sementara, Bupati Pati Haryanto dalam pembahasan tersebut mengatakan memang ada sejumlah pajak yang terhambat lantaran dampak pandemi Covid – 19. Namun, hal tersebut tidak semestinya menjadi alasan terdapat beberapa pajak yang realisasinya tergolong rendah.

“Kan kita sudah ada Perbup Nomor 66 tahun 2020 yang mana dengan kebijakan ini, segala aktivitas masyarakat tetap dapat dilaksanakan namun dengan Batasan-batasan. Dan sampai saat ini, seperti perhotelan dan restoran masih jalan. Meskipun untuk hiburan memang belum,” jelas Bupati.

Bupati pun mengimbau kepada instansi maupun dinas terkait agar mampu mendongkrak pajak di triwulan-triwulan selanjutnya agar mencapai target kinerja diatas 75%. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

Selasa, 04 Mei 2021

Alih Fungsi Lahan, Areal Pertanian di Pati Menurun

Pati, Mitrapost.com Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Pati menyebut, setiap tahunnya di Kecamatan Pati terjadi alih fungsi lahan sawah. Fakta ini tentunya menjadi ancaman terhadap ekosistem pertanian di Kabupaten Pati.

Meski demikian, Koordinator BPP Kabupaten Pati Tarjono mengatakan tidak bisa menyebut secara spesifik berapa luasan lahan pertanian yang beralih fungsi.

"Ya berkurang, ada alih penggunaan. Ndak banyak, mungkin 1 sampai 5 hektar per tahun.  Kita tidak tahu persis tapi ada pengurangan," ucap Tarjono Koordinator BPP Kecamatan Pati Dinas Pertanian Pati, Selasa (4/5/2021).

Hal ini tentunya sangat disayangkan, pasalnya mayoritas lahan sawah di Pati menggunakan sistem pengairan irigasi yang dapat ditanami dalam tiga musim tanam.

Baca juga: Lahan Pertanian Gunungwungkal Potensial untuk Berbagai Komoditas

Tak seperti pertanian tadah hujan yang sepenuhnya memanfaatkan hujan dan hanya bisa efektif ditanami dua musim saja.

Kendati demikian, Tarjono menyebut ketersediaan petani muda di Kecamatan Pati masih stabil. Pengenalan alsintan (alat mesin pertanian) cukup diminati oleh petani milenial di Kecamatan Pati.

"Anak mudanya kalau dibilang meningkat atau menurun ya enggak, statis. Peningkatannya enggak begitu drastis. Alsintan untuk percepatan tanam diminati anak muda milenial. Tapi yang hijrah ke sektor lain ya banyak," aku Tarjono.

Baca juga: Menuju Pertanian Modern, Dispertan Pati Kembali Salurkan Puluhan Alat Pertanian

Meski penurunan luas lahan pertanian mengancam ketersediaan pangan, Tarjono mengaku pihaknya tak bisa melakukan intervensi lantaran lahan pertanian adalah sepenuhnya hak sang pemilik.

"Lahan punya petani statusnya enggak bisa dilarang. Kita hanya bisa berikan penyuluhan, kalau udah ditimbun dan dijual enggak mungkin dibongkar," ujarnya.

Dari data Balai Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pati, Kecamatan Pati memiliki lahan sawah kurang lebih 2.500 hektare yang dikelola oleh enam ribu petani. (Adv)

Baca juga: Petani Tolak Operasi Tambang Pasir di Area Persawahan

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa PS

 

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=2jyJm5RmvgU[/embedyt]

Senin, 03 Mei 2021

Hore, THR ASN Pati Cair Pekan Ini

Pati, Mitrapost.com - Kabar baik bagi aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Pati. Tunjangan Hari Raya (THR) Idulfitri 1442 H bagi ASN direncanakan cair pada awal pekan ini.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati Turi Atmoko saat ditemui Mitrapost.com, Kamis (29/4/2021) lalu.

"Rencana kami untuk THR ini, Jumat Sabtu kami akan berusaha mencetak struk gajinya itu. Kemudian dikirim ke OPD. Kemudian hari Senin SPN (Surat Perbendaharaan Negara) atau surat perintah pembayaran," ungkap Turi.

Baca juga: Aturan Baru, THR Diberikan Secara Penuh Tahun Ini

"Kemudian hari Selasa kami akan mengeluarkan SP2D atau pencairan THR di tahun 2021," lanjut dia.

Langkah pencairan ini, kata Turi, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang diterima pihaknya pada Kamis (29/4/2021) lalu. Dalam PMK itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatur pencairan THR ASN.

"PMK itu paling cepat 10 hari sebelum hari raya. Paling cepat itu kan tanggal 3 Mei. Tapi kami memilih tanggal 4 Mei. Setelah tanggal 4, siangnya, malamnya paginya bisa diambil di ATM," tutur Turi

"Paling lambat pada hari H-1 Tapi saya ya pasti digrundeli pada ngedumel. Ndak-ndak sehari selesai kog. Kan ada rekeningnya langsung. Maka saya memilih tanggal 4," tegasnya.

Besaran THR ASN ini sama dengan besaran gaji dan tunjangan setiap ASN dalam kurun satu bulan. Bedanya, THR ini tidak ada potongan-potongan, seperti potongan untuk iuran jaminan kesehatan dan iuran lainnya.

Pencairan THR ini akan langsung dikirim ke rekening masing-masing. "Langsung ke rekening masing-masing," tandas Turi. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

Jalan Gabus-Winong Rusak, Warga Khawatirkan Potensi Kecelakaan

Pati, Mitrapost.com Kerusakan jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Gabus dengan Kecamatan Winong, Kabupaten Pati mengakibatkan akses pengguna jalan terganggu.

Pengguna jalan mengeluhkan kondisi rusaknya ruas jalan yang berlokasi di Desa Kebowan, Kecamatan Winong. Pasalnya, ruas jalan Gabus – Winong merupakan jalur utama penghubung antara dua kecamatan tersebut.

Terdapat beberapa lubang dan keretakan ruas jalan di sepanjang 1 kilometer pada jalan tersebut. Di musim kemarau ini, kerusakan jalan semakin memperparah kondisi jalan sebab debu jalanan mengganggu pandangan pengguna jalan

“Kondisi jalan memprihatinkan. Apalagi sekarang sedang bertepatan di bulan Ramadan sehingga lalu lintas pengguna jalan mengalami hambatan dan keterlambatan,” ungkap Bayu (24) salah satu pengguna jalan asal Winong, Senin (3/5/2021).

Baca juga: Jalan Rusak Dilindas Truk Gas, Warga Desa Sumber Gelar Demo

Menurutnya, banyak pengguna jalan yang terganggu dalam melakukan aktivitas pekerjaan akibat rusaknya jalan. Ditambah lagi, di bulan Ramdan memungkinkan jumlah pengguna jalan semakin meningkat karena banyak dari mereka yang melakukan kegiatan penting.

“Berbeda dari biasanya, masyarakat di bulan puasa harus lebih kerja keras dalam mencukupi kebutuhan ekonomi akibat meningkatnya kebutuhan pokok rumah. Sehingga perbaikan jalan amat sangat penting segera dilakukan demi mendukung kegiatan perekonomian.”

Baca juga: Jalan Pati-Gabus Hanya Ditambal-Sulam di Tahun Ini

Ia berharap pemerintah segera menyelesaikan permasalahan kerusakan ruas jalan tersebut agar memperlancar aktivitas pengguna jalan. Serta meminimalisir adanya potensi kecelakaan. Mengingat, banyak pengguna jalan yang bertumpu pada ruas jalan tersebut.

Menurut masyarakat setempat, mereka sudah terbiasa dengan kondisi jalan tersebut. Tetapi dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan dari luar daerah yang belum tahu medannya sama sekali. Khususnya saat malam hari.

Selain itu, minimnya pencahayaan mengharuskan pengguna jalan berhati-hati ketika melewati jalan tersebut. (*)

Baca juga: PT KAI Perketat Syarat Perjalanan Moda Kereta Api Jelang Mudik Lebaran

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa PS

 

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=xPK5gz48f-0[/embedyt]

Dispertan Ajak Peternak Ayam Layer Perbaiki Manajemen Pemeliharaan

Pati, Mitrapost.com – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati berupaya meningkatkan efisiensi pemeliharaan ternak ayam layer bersama para...