Rabu, 30 September 2020

Musim Hujan Segera Tiba, Lakukan 9 Langkah Antisipasi Terjangkit DBD

Mitrapost.com – Badan Metereologi, Klimatoloki, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim penghujan bakal tiba Oktober mendatang. Di beberapa wilayah Indonesia mulai diguyur hujan akhir September ini.

Kehadiran musim hujan pada umumnya dibarengi dengan beberapa ancaman penyakit, salah satunya adalah demam berdarah dengue. (DBD).

Baca juga: Ini 6 Tujuan Adanya Raperda CSR di Pati

DBD adalah salah satu penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue. Penderitanya bisa mengalami perdarahan hebat bisa bisa sebabkan kematian bila tidak ditangani dengan benar.

Pencegahan dini yang dilakukan sendiri di rumah adalah upaya yang paling efektif mencegah penyakit ini menginfeksi kamu dan orang-orang tersayang di rumah. Mengingat pandemik COVID-19 masih berlangsung, tentu kita tak mau dibuat makin khawatir dengan ancaman DBD.

Maka dari itu, lebih baik kita bentengi diri dengan melakukan beberapa langkah pencegahan. Simak berbagai caranya di bawah ini.

Baca juga: Jangan Dibuang, Gunakan Air Cucian Beras Untuk Perawatan Wajah

  1. Tidak menggantung dan menumpuk pakaian terlalu lama


Baju yang digantung dan menumpuk adalah tempat favorit nyamuk untuk hinggap, karena mereka menyukai aroma tubuh manusia, lho. Mulai dari sekarang, hilangkan kebiasaan buruk menggantung dan menumpuk pakaian agar kamu dan keluarga terbebas dari DBD.

  1. Kuras bak mandi sekali seminggu


Bak mandi yang tidak rutin dikuras bisa menjadi tempat kesukaan nyamuk Aedes aegypti betina untuk bertelur, lalu menempelkan telurnya di dinding bak mandi yang berisi air.

Setelah 2-3 hari, telur akan menetas menjadi larva dan hidup di dalam bak. Siklus nyamuk hingga mencapai dewasa membutuhkan waktu selama 8-10 hari dalam suhu ruangan.

Dengan rutin menguras bak mandi sekali seminggu, kamu dapat memutus rantai kehidupan nyamuk, sehingga mereka tidak berkembang biak di dalam bak mandimu.

Baca juga: Kaya Lemak Baik, Segudang Manfaat Alpukat Bagi Ibu Hamil

  1. Bersihkan juga wadah penampungan air lainnya


Selain bak mandi, wadah lain yang dapat menampung air juga perlu dibersihkan. Perabot rumah seperti baskom, ember, gelas, pot bunga, dan sebagainya akan menjadi sarang yang nyaman bagi nyamuk apabila tergenang air.

Jangan biarkan ada wadah yang terbuka dan berisi air. Tutup rapat apabila telah digunakan serta buang wadah yang telah usang dan rusak agar tidak tergenang air.

Baca juga: 5 Manfaat Liburan Untuk Kesahatan Mental

  1. Lindungi diri dengan losion atau krim anti nyamuk


Losion atau krim anti nyamuk bisa digunakan untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk, terlebih jika bepergian ke luar rumah.

Pakai losion yang terbuat dari bahan yang aromanya terbukti dibenci nyamuk, seperti serai, lavender, lemon, geranium, dan peppermint.

Oleskan secukupnya pada bagian tubuh yang kemungkinan lebih mungkin digigit nyamuk, dan gunakan rutin apabila hendak ke luar rumah dan sebelum tidur.

Baca juga: Manfaat Rebung yang Patut Kamu Ketahui

  1. Berpakaian tertutup saat ke luar rumah


Jika hendak bepergian, hal yang perlu kamu perhatikan selain menggunakan losion anti nyamuk yaitu menggunakan pakaian yang tertutup. Gunakanlah pakaian panjang yang menutupi seluruh bagian tubuh yang rentan terkena gigitan nyamuk.

  1. Pasang kasa dan kelambu nyamuk


Nyamuk DBD masuk ke dalam rumah melalui setiap lubang, bahkan ventilasi yang ada di dinding rumah. Maka dari itu, pasanglah kasa di setiap lubang atau ventilasi yang memungkinkan nyamuk masuk.

Bila perlu, pasang juga kelambu di kamar tidur untuk melindungi kamu dari gigitan nyamuk saat terlelap.

Baca juga: Video : Telang, Tumbuhan Liar menjadi Minuman Kaya Manfaat

  1. Cegah dengan fogging


Fogging adalah cara pencegahan DBD skala besar dengan menyemprotkan obat nyamuk di wilayah yang lebih luas, seperti pekarangan rumah, permukiman, dan sebagainya. Penyemprotan ini biasanya dilakukan apabila kasus DBD semakin meningkat atau pada saat memasuki musim pancaroba.

Obat fogging mengandung zat kimia insektisida yang dikeluarkan dalam bentuk asap. Asap yang dikeluarkan bisa dapat dengan cepat menyebar ke pelosok ruangan, yang terbukti dapat membunuh nyamuk dewasa bahkan jentik nyamuk.

Apabila kamu hendak melakukan fogging, jangan lupa lindungi diri dengan menggunakan masker agar asapnya tidak terhirup dan membahayakan kesehatan.

Baca juga: Perlu Diketahui, Inilah Manfaat Kayu Manis

  1. Pangkas tanaman di pekarangan rumah


Pekarangan yang hijau dengan tanaman lebat nan rindang akan membuat rumah menjadi tampak asri dan lebih indah. Namun, dibalik lebatnya tanaman di pekarangan rumah, ternyata tersembunyi nyamuk-nyamuk yang terus berkembang biak.

Oleh karena itu, rutinlah memangkas dan merawat tanaman apabila telah rimbun dan lebat, agar nyamuk DBD tidak memilihnya menjadi tempat tinggal.

  1. Percantik rumah dengan tanaman anti nyamuk alami


Selain memperindah rumahmu, tanaman hias anti nyamuk akan melindungimu dan keluarga dari serangan nyamuk DBD. Beberapa di antaranya adalah serai, lavender, geranium, zodia, dan masih banyak lagi.

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur: Atik Zuliati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dispertan Ajak Peternak Ayam Layer Perbaiki Manajemen Pemeliharaan

Pati, Mitrapost.com – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati berupaya meningkatkan efisiensi pemeliharaan ternak ayam layer bersama para...