Selasa, 08 September 2020

Ternyata, Hobi Dapat Meningkatkan Kesehatan Mental

Mitrapost.com – Di sela-sela padatnya kesibukan pekerjaan sehar-hari, penting meluangkan waktu untuk menghilangkan penat. Terbebas dari jam kerja yang panjang bisa membuat kita perlu merecharge untuk menyegarkan kembali kondisi fisik dan juga demi kesehatan mental.

Kita bisa meluangkan waktu dengan melakukan sesuatu yang bermanfaat dan memberi kesenangan. Salah satunya adalah memiliki hobi yang memberi manfaat bagi kesehatan mental. Hobi yang seperti ini mampu membuat kita bahagia dan relaks, bahkan punya efek menyembuhkan atau mencegah masalah mental. Berikut ini hobi yang bisa mendatangkan hal positif bagi kesehatan mental.

Baca juga: Tips Memotong Bawang Agar Peroleh Manfaat yang Maksimal

  1. Memelihara hewan


Hewan peliharaan bukan hanya bisa menjadi teman yang menyenangkan, tetapi mereka dapat membawa keajaiban bagi kesehatan mental dalam jangka panjang, karena memelihara hewan dapat meningkatkan empati.

Menurut penelitian dalam jurnal "Psycological Science", ketika sesuatu terjadi pada hewan peliharaan kita, korteks visual kita diaktifkan dan secara internal mengaktifkan emosi dan sensasi kita sendiri seolah-olah kita merasakan hal yang sama. Jadi, memiliki hewan peliharaan adalah dorongan otak dan emosional pada saat yang bersamaan.

Baca juga: Tips Kelola Keuangan Secara Ideal Ketika Single

  1. Fotografi


Menurut laman Hobby Help, fotografi memungkinkan kamu mendapatkan manfaat mindfulness tanpa sesi meditasi harian. Sebab, fotografi tidak hanya membuat kamu keluar dari rumah dan melupakan stres, tapi hobi ini memungkinkan kamu menemukan tempat baru yang menarik, memanfaatkan keindahan alam, dan mengabadikan momen atau kenangan yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

  1. Menggambar, melukis, atau memahat


Menurut sebuah studi dalam "American Journal of Public Health", keterlibatan dalam aktivitas kreatif telah terbukti secara ilmiah dapat mengurangi stres, kecemasan, bahkan gangguan mood.

Baca juga:Tips Mudah Hempas Mata Panda

Ekspresi kreatif melalui seni telah dikaitkan dengan segudang manfaat kesehatan, mulai dari peningkatan kesejahteraan fisik dan psikologis, hingga kualitas hidup. Jika kamu bingung harus mulai dari mana, pertimbangkan untuk mendaftar ke kelas seni.

  1. Menari


Menari adalah cara yang efektif dan sangat menyenangkan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Sebagai sinkronisasi musik dan gerakan, menari dapat mengaktifkan sirkuit sensorik dan motorik serta menstimulasi otak, dan akhirnya menciptakan perasaan senang.

Baca juga: Kematian Menurun Sedangkan Kasus Baru Covid-19 Kian Meningkat, Mengapa Demikian?

  1. Berkebun


Saat berkebun, tentu saja kamu dikelilingi oleh udara segar dan bunga, juga anggota tubuh yang terus bergerak saat harus menanam dan menyiram tanaman. Semua ini merupakan kombinasi yang tentu saja baik untuk kebahagiaan.

Selain itu, melihat tanaman yang kamu tanam tumbuh dan berkembang tentunya meningkatkan rasa puas terhadap diri sendiri dan membuatmu makin bersemangat untuk berkebun.

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur: Atik Zuliati

Kasus Perceraian Kian Meningkat di Tengah Pandemi, Mengapa Demikian?

Mitrapost.com – Baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan beredarnya video yang merekam antrean mengular pendaftaran perceraian di satu Pengadilan Agama di Bandung. Video tersebut lantas menjadi viral, dikomentari dan dibahas di sosial media maupun berbagai grup percakapan.

Lantas, apa yang menyebabkan peningkatan kasus perceraian di tengah pandemi ini?

Baca juga: Istri Menteri Agama Bagi Tips Kuatkan Keluarga di Tengah Pandemi

Dikutip Kumparan.com menurut Psikolog Klinis Anak, Remaja dan Keluarga, Roslina Verauli M.Psi., Psi ada periode krisis yang perlu dipahami oleh pasangan suami istri di masa-masa awal pernikahan. Seperti saat awal pernikahan, tahun pertama pernikahan, dan saat kelahiran anak pertama.

Menurutnya finansial kerap kali menjadi isu yang menjadi masalah ketika dalam pernikahan. Namun krisis tersebut tidak menjadi sesuatu yang buruk bila suami. istri mampu melewati masalah tersebut dengan baik. Namun tentu tidak semua pasangan mampu melewatinya, sehingga berujung pada perceraian. Lantas, apa saja masalah utama terjadinya hal itu?

Baca juga: Dewan Apresiasi Banpres Sebagai Upaya Pemerintah Hidupkan Ekonomi di Tengah Pandemi

Kondisi terlalu lama di rumah dengan keadaan yang serba terbatas bisa memicu konflik suami istri. Pada periode kritis tersebut, sering kali keributan muncul dari permasalahan mendasar dalam pernikahan.

  1. Masalah pembagian peran


Di Indonesia sendiri, pembagian peran dalam rumah tangga di rumah sangat sulit akibat adanya budaya tradisional yang masih dianut oleh masyarakat. Masyarakat masih meyakini bahwa bila suami bekerja dan istri juga bekerja, namun pada saat menjalankan peran harian tetap dilakukan oleh istri. Padahal ada pekerjaan rumah yang sebenarnya masih bisa dibagi dengan pasangannya.

Baca juga: Dewan Apresiasi Banpres Sebagai Upaya Pemerintah Hidupkan Ekonomi di Tengah Pandemi

Banyak peran wanita seperti mengasuh anak, masalah rumah tangga, masalah emosional dan mental, serta karir membuat peran tersebut menjadi berat dan terkesan tidak adil. Sehingga dampaknya adalah munculnya ketegangan peran antar suami istri.

Kita harus memahami bahwa peran ini seharusnya dibagi, tapi sayang cara perempuan menghayati dirinya itu cenderung mereka melihat diri mereka dari pengamatan sosial. jadi kemampuan wanita mengasuh anak, mengurus rumah tangga, seolah-olah itu adalah peran perempuan. Tapi itu semua hanya isu gender lho.

Baca juga: Studi Menyebut Pewarna Rambut Memicu Risiko Kanker

  1. Wanita sulit mengungkapkan keluh-kesah


Wanita cenderung sulit untuk bisa berkomunikasi tentang keluh-kesahnya dengan suami. Sehingga maksud dan tujuan yang diinginkan istri tidak sampai kepada suami. Banyak wanita yang tidak paham bagaimana cara mengomunikasikan pembagian peran tersebut dengan suami, akibatnya timbullah konflik dalam rumah tangga.

  1. Manajemen konflik yang tidak sempurna


Adanya ketidakjelasan peran dalam rumah tangga, dan sulitnya berkomunikasi dengan pasangan terkait hal tersebut sampai timbul konflik, bisa jadi karena pasangan suami istri tidak memahami seperti apa manajemen konflik rumah tangga yang baik.

Pernikahan bisa berlangsung dengan kebahagiaan jika pasangan saling mengerti tentang kebutuhan satu sama lain, mampu bercerita dengan pasangan, dan mampu mengendalikan emosi diri sendiri. Apalagi perempuan adalah pusat emosi di rumah.

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur: Atik Zuliati

Senin, 07 September 2020

Cara Aman Nikmati Kopi Cegah Asam Lambung Naik

Mitrapost.com – Sebagian orang memilih kopi untuk menemani sarapan di pagi hari agar tubuh merasa lebih segar dan menghilangkan kantung. Namun tak sedikit pula orang yang memilih menghindari kopi di pagi hari, sebagian besar alasannya karena takut bisa memicu kenaikan asam lambung ataupun mengganggu kesehatan lainnya.

Tak perlu risau, ada beberapa cara minum kopi dengan tepat yang bisa mencegah asam lambung naik. Simak cara berikut ini, dikutip dari detikHealth:

Baca juga: Tips Kelola Keuangan Secara Ideal Ketika Single

  1. Minum segelas air


Sebelum Anda menikmati kopi di pagi hari. Sebaiknya, mengkonsumsi air putih terlebih dahulu. Hal ini karena kopi bersifat diuretik (memicu kehilangan cairan), sehingga minum segelas air dapat membantu Anda tetap terhidrasi dengan baik.

  1. Hindari pemanis buatan


Sebuah penelitian mengatakan bahwa, seseorang yang mengkonsumsi pemanis buatan secara berlebihan akan meningkatkan risiko terkena penyakit obesitas, diabetes tipe 2, dan stroke. Jadi, hindari gula tambahan atau menggunakan secukupnya.

Baca juga: Tips Merawat Rambut Agar Terhindar Dari Kerusakan Bercabang  

  1. Takaran gula


Jika Anda tetap ingin menambahkan gula dalam secangkir kopi, disarankan menggunakan sendok gula sebagai takaran agar tidak berlebihan. American Heart Association mengatakan bahwa asupan gula harian yang disarankan adalah enam sendok teh.

Dengan menggunakan takaran, Anda bisa tahu berapa jumlah gula yang digunakan untuk membuat kopi. Sehingga, menghindari konsumsi gula secara berlebihan.

Baca juga: Tips Memotong Bawang Agar Peroleh Manfaat yang Maksimal

  1. Menambahkan rempah


Beberapa orang menganggap cara ini aneh. Sebab, pada dasarnya minum kopi tidak dicampur apapun. Tetapi, tidak salahnya menambah rempah-rempah seperti kayu manis, jahe, cengkeh, dan pala. Hal ini karena tidak hanya memberikan rasa dan aroma kopi, rempah juga meningkatkan antioksidan di dalamnya.

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur: Atik Zuliati

5 Tanaman Hias Bisa Mengancam Bahaya Jika Diletakkan di Dalam Rumah

Mitrapost.com – Belakangan ini bercocok tanam menjadi tren di kalangan masyarakat. Mulai dari menanam berbagai macam bunga hingga beragam sayuran di pekarangan rumah.

Tak ayal jika beberapa tanaman belakangan ini menjadi favorit masyarakat. Tak hanya di halaman rumah ataupun pekarangan saat ini banyak orang meletakkan tanaman ke sayangannya di dalam rumah ataupun ruangan pribadi. Beragam alasan yang mendasarinya mulai dari sebab kesehatan hingga memperccantik ruangan.

Baca juga: Tak Hanya Mempercantik Ruangan, 6 Tanaman Ini Dipercaya Datangkan Keberuntungan

Namun jangan salah, beberapa tanaman tidak boleh diletakkan di dalam ruangan ataupun rumah. Sebab jika itu terjadi bisa berdampak fatal bagi kesehatan ataupun kesehatan orang. Beberapa jenis tanaman dapat menyebabkan alergi dan keracunan diantaranya:

  1. Bonsai


Memiliki ukuran yang mini, membuat banyak orang suka meletakkan bonsai di dalam rumah. Masalahnya, menaruh tanaman ini di dalam rumah akan sangat menjengkelkan bagi mereka yang alergi pohon. Kamu perlu berhati-hati saat menyiram atau memangkasnya, karena menurut laman Allergy & Air, tanaman ini bisa menusuk kulit dan menyebabkan ruam.

Baca juga: Tiga Tanaman Liar Ini Berkhasiat untuk Kesehatan, Salah Satunya Rumput Teki

  1. English Ivy


English ivy merupakan tanaman yang dapat merambat dan memenuhi dinding dengan cepat. Menurut laman Poison Control, bagi sebagian orang, tanaman ini dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit, gatal, ruam, atau lecet. Terlebih, menurut laman Rover, jika tanpa sengaja hewan peliharaan kamu menelan tanaman ini, ini bisa menyebabkan masalah pernapasan, kelumpuhan, atau bahkan koma.

  1. Oleander


Meski memiliki bunga yang cantic tak pelak membuat Oleander cocok untuk di letakkan di dalam ruangan. Menurut Canadian Biodiversity Information Facility, tumbuhan ini sangat beracun dan bahkan satu daun pun bisa mematikan bagi manusia atau hewan peliharaan. Bahkan, pernah ada kasus manusia yang meninggal karena menggunakan ranting oleander sebagai tusuk makanan.

Baca juga: Rekomendasi Tanaman Hias dengan Perawatan Mudah

  1. Caladium


Caladium atau yang juga dikenal sebagai telinga gajah adalah tanaman hias yang sangat populer untuk ditaruh di taman. Sayangnya, menurut Pet Poison Helpline, semua bagian tanaman ini beracun bagi manusia dan hewan. Bahkan jumlah kecil yang tertelan dapat menyebabkan rasa terbakar dan bengkak pada mulut, bibir, lidah dan tenggorokan.

Tanaman ini juga dapat menyebabkan kesulitan bernapas, hingga saluran udara tersumbat yang dapat menyebabkan kematian. Sedangkan pada hewan peliharaan, caladium dapat menyebabkan mual, muntah, mulut berliur, dan kesulitan bernapas.

Baca juga: Video : Masa Pandemi, Penjual Tanaman Hias Turun Omset Hingga 50 Persen

  1. Dumb cane


Dumb Cane adalah tanaman hias berbentuk daun nan unik. Sayangnya, tanaman ini tidak cocok ditaruh di dalam rumah, terutama jika kamu memiliki hewan peliharaan. Menurut laman Best Life, ini karena dumb cane mengandung kristal kalsium oksalat, yang jika tertelan oleh kucing atau anjing bisa menyebabkan berbagai masalah, mulai dari pembengkakan parah dan rasa terbakar di mulut hingga kesulitan bernapas atau bahkan kematian.

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur: Atik Zuliati

Ingin Menikah, Ketahuilah Hukum-Hukum Pernikahan dalam Islam

Mitrapost.com - Menikah merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan dalam Islam. Lantas, bagaimana hukum menikah menurut Islam?

Dengan menikah, seseorang dapat membina rumah tangga, menjalin silaturahmi dengan keluarga, serta memiliki keturunan. Semua hal itu, diimpikan oleh banyak pasangan.

Allah SWT dalam Quran surat An-Nur ayat 32 berfirman mengenai dasar hukum nikah, sebagai berikut:


Beberapa hukum dilakukannya Pernikahan, yaitu :


Wajib


Nikah wajib adalah pernikahan bagi mereka yang telah mempunyai kemauan dan kemampuan untuk membangun rumah tangga yang sakinah dan apabila dia tidak melkukannya dikhawatirkan akan tergelincir pada perbuatan zina.

Sunnat


Nikah sunat menurut pendapat jumhur ulama’. Yaitu pernikahan bagi orang yang telah mempunyai kemauan dan kemampuan untuk membangun rumah tangga tetapi jika tidak melaksanakannya juga tidak dikhawatirkan akan berbuat zina.

Baca juga : Syarat Beserta Hukum untuk Mencapai Pernikahan yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah

Haram


Nikah yang haram adalah pernikaha bagi mereka yang tidak mempunyai keinginan dan tidak mempunyai kemampuan untuk membangun rumah tangga dan melaksanakan kewajiban-kewajiban selama berumah tangga, sehingga apabila dia menikah akan menelantarkan istrinya dan istrinya atau bahkan hanya menyakiti istrinya.

Makruh


Nikah makruh adalah pernikahan seorang laki–laki yang mempunyai kemauan untuk melakukan-Nya juga mempunyai kemampuan untuk menahan diri dari perbuatan zina sehingga tidak memungkinkan tergelincir untuk berbuat zina jika sekiranya tidak nikah. Namun orang ini tidak mempunyai keinginan untuk dapat memenuhi kewajiban sebagai suami istri yang baik.

Mubah


Nikah mubah adalah pernikahan bagi mereka yang punya kemampuan dan kemauan untuk melakukannya, tetapi jika tidak melakukannya tidak dikhawatirkan akan berbuat zina dan apabila melakukannya juga tidak akan menelantarkan istri. (*)

Baca juga : 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur : Dwifa Okta

Studi Menyebut Pewarna Rambut Memicu Risiko Kanker

Mitrapost.com – Baru-baru ini menjadi perbincangan pewarna rambut dihubung-hubungkan dengan risiko penyakit kanker, seperti kanker payudara, kulit, hingga ovarium.

Melansir CNN Indonesia, menurut penelitian dari Harvard University menemukan bahwa proses pewarnaan rambut bisa berdampak pada peningkatan risiko kanker.

Baca juga: Telang, Tumbuhan Liar menjadi Minuman Kaya Manfaat

Penelitian tersebut dilakukan dengan menganalisis data 117.200 partisipan perempuan yang kerap mewarnai rambutnya dan tak satupun dari partisipan memiliki riwayat kanker. Penelitian dilakukan selama 36 tahun lamanya.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan penggunaan pewarna rambut dapat meningkatkan risiko karsinoma sel basal pada kulit. Karsinoma sel basal merupakan salah satu jenis kanker kulit yang umumnya berkembang pada bagian kulit yang sering terpapar sinar matahari. Perempuan dengan rambut yang berwarna terang memiliki risiko yang lebih tinggi.

Baca juga: Mempunyai Kandungan Kaya Nutrisi, Beragam Manfaat Tauge Bagi Kesehatan

Di samping itu, peneliti juga menumukan adanya peningkatan risiko kanker payudara dan ovarium pada proses pewarnaan rambut. Tak hanya itu, risiko kanker limfoma Hodgkin juga ditemukan akibat pewarnaan rambut perempuan dengan warna gelap alami. Hal ini disebabkan warna rambut demikian memungkinkan seseorang menggunakan konsentrasi pewarna yang lebih tinggi.

Sebelumnya, American Cancer Society mencatat, hanya dua jenis pewarna yang ditemukan dapat meningkatkan risiko kanker, yaitu pewarna semi permanen dan pewarna permanen yang bersifat oksidatif.

Baca juga: Tips Memotong Bawang Agar Peroleh Manfaat yang Maksimal

Dalam pewarna permanen ditemukan mengandung lebih banyak bahan kimia yang dapat memicu berbagai jenis kanker, di antaranya  kanker kandung kemih, leukimia, dan limfoma, serta payudara.

Mengutip Times of India, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mewarnai rambut dengan aman. Jangan biarkan cairan pewarna menempel di kulit belebihi batas yang telah disarankan. Bilas kepala secara menyeluruh untuk menghilangkan pewarna. Selain itu, gunakan satung tangan saat mengaplikasikan pewarna.

Jangan pernah mencampur dua produk yang berbeda karena dapat menghasilkan reaksi oksidatif yang sangat berbahaya. Perlu diingat, ikuti semua instruksi yang tertulis pada kemasan produk pewarna.

Baca juga: Perlu Diketahui, Inilah Manfaat Kayu Manis

Pada umumnya, pewarna rambut yang berbahaya mengandung amonia, peroksida, p-phenylenediamine, diaminobenzene, toluene-2, 5-diamine, dan resorsinol.

Setiap bahan kimia yang ada pada pewarna rambut dapat menyebabkan iritasi pada kulit, luka bakar imiawi, rambut rontok, dan meningkatkan risiko terserang kanker.

Oleh karenanya, penggunaan cat rambut sangat dianjurkan kehati-hatiannya. Jika tak diperlukan lebih baik menjauhi pewarnaan rambut untuk menjaga kesehatan tubuh.

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur: Atik Zuliati

Sabtu, 05 September 2020

Ingin Awet Muda? Hindari Konsumsi Jenis Makanan Ini

Mitrapost.com – Setiap wanita mendambakan kulit sehat dan awet muda. Seiring bertambahnya usia, pasti terjadi perubahan pada kulit mulai muncul kerutan bahkan penuaan, dan tak sekencang ketika muda.

Untuk mendapatkan kulit sehat meskipun usia terus bertambah selain mendapatkan perawatan dari luar kamu juga perlu melakukannya dari dalam, seperti mengatur pola makan sehat. Tak dapat dipungkiri, makanan yang masuk ke dalam tubuh sedikit banyak berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Hal ini berhubungan dengan nutrisi yang didapatkan kulit hingga mengganggu performa.

Baca juga: Tips Memotong Bawang Agar Peroleh Manfaat yang Maksimal

Beberapa makanan dan minuman ada yang bekhasiat baik bagi kesehatan kulit. Begitu juga sebailiknya ada beberapa di antaranya justru dapat merusak kesehatan kulit. Jenis makanan dan minuman ini harus kamu hindari agar kulit kamu tetap sehat meski usia terus bertambah.

  1. Makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan


Gula dan karbohidrat olahan dipercaya dapat menyebabkan peradangan kronis pada tubuh. Sejumlah peradangan kronis rendah kerap dikaitkan dengan kondisi seperti obesitas, penyakit jantung, dan diabetes yang juga tidak baik untuk kulit. Makanan yang menyebabkan inflamasi tidak akan memasok nutrisi untuk menghasilkan sel baru yang baik pada kulit. Bila demikian, kamu akan memiliki sel kulit dengan elastisitas atau fleksibilitas yang buruk.

Baca juga: Tips Merawat Rambut Agar Terhindar Dari Kerusakan Bercabang  

Contoh makanan tinggi gula seperti permen, cokelat, dan eskrim. Sedangkan Makanan yang mengandung karbohidrat olahan diantaranya adalah tepung putih, pasta, bagel, dan makanan yang dipanggang.

  1. Makanan lemak trans dan tinggi lemak jenuh


Makanan yang tinggi lemak jenuh juga bisa meningkatkan kerutan pada kulit. Lemak jenuh biasa ditemukan pada daging merah, produk susu, dan daging olahan seperti bacon dan sosis. Namun, bukan berarti kamu tidak bisa mengonsumsi makanan tersebut. Selama dalam batasan wajar dan tidak berlebihan, kamu bisa menikmati hidangan ini. Selain itu, ada juga yang disebut lemak trans. Ini merupakan jenis lemak yang mengandung sejumlah sifat kimiawi setelah melewati proses dipanggang atau digoreng. Makanan yang dimaksud adalah popcorn, kentang goreng, bahkan makanan ringan.

Baca juga: Tips Kelola Keuangan Secara Ideal Ketika Single

  1. Kurangi konsumsi alkohol


Minum alkohol secara berlebihan bisa merusak kulitmu seiring waktu. Selain itu, saat mengonsumsi minuman ini, konsumsi air mineral akan menjadi lebih sedikit sehingga bisa membuat kulit dehidrasi. Itulah yang membuat proses penuaan semakin cepat.

Di samping menghindari jenis makanan di atas, kamu juga bisa mengonsumsi beragam sayur dan buah untuk mendapatkan kulit yang sehat dan bugar.

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur: Atik Zuliati

Dispertan Ajak Peternak Ayam Layer Perbaiki Manajemen Pemeliharaan

Pati, Mitrapost.com – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati berupaya meningkatkan efisiensi pemeliharaan ternak ayam layer bersama para...