Selasa, 04 Mei 2021

Ringankan Beban Masyarakat, Kodim dan Polres Pati Bagi Ratusan Takjil dan Nasi Kotak

Pati, Mitrapost.com - Dalam rangka meringankan beban masyarakat di bulan puasa dan di tengah pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 ini, jajaran Kodim 0718/Pati dan Polres Pati membagikan ratusan takjil, nasi kotak dan masker di empat tempat yang berbeda.

Hal ini diungkapkan oleh Dandim 0718/Pati Letkol Czi Adi Ilham Zamani kepada awak media selepas membagikan ratusan takjil, nasi kotak dan masker di Alun-alun Pati,  Senin (3/5/2021) sore.

"Jajaran Kodam IV Diponegoro pada umumnya, khususnya Kodim 0718/Pati bersama jajaran kepolisian, Polda maupun Polres melakukan pembagian nasi dan takjil dan pembagian masker," ujar Dandim Adi didampingi Wakapolres Pati Sumiarta.

Baca juga: Video : Polwan Bagikan Ratusan Takjil dan Sembako di Hari Kartini

Kegiatan itu, lanjutnya, akan dilaksanakan selama lima hari. Yakni mulai tanggal 3 Mei, 5 Mei, 7 Mei, 9 Mei dan 11 Mei 2021 nanti. "Untuk hari ini dilaksanakan di empat Koramil dan Polsek Kawedanan Pati. Kegiatan ini akan dilaksanakan lima hari," tutur Adi.

Setiap harinya setidaknya pihaknya membagikan 800 paket takjil, nasi kotak dan masker untuk warga yang melintas. "Dibagikan Per Koramil dan Polsek ada 200 paket kalau hari ini total ada 800 paket," katanya.

Diharapkan pembagian paket takjil dan nasi kotak ini dapat membantu masyarakat berbuka puasa. "Dan membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 yang saat ini masih kita rasakan," tandasnya.

Pembagian ini diapresiasi oleh masyarakat. Mazka N, salah satu warga yang kebetulan melintas di Alun-alun Pati dan mendapatkan paket takjil mengaku senang dengan pembagian paket takjil ini.

"Kebetulan saya belum membeli makanan untuk berbuka. Terima kasih TNI/Polri," katanya

"Kita juga dikasih masker. Berhubung ini masih pandemi kita juga perlu memakai masker," tandas Mazka. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

Senin, 03 Mei 2021

Gelar Aksi Peduli, Korpri Pati Berbagi Bingkisan untuk Anak Yatim

Pati, Mitrapost.com - Sekda Pati, Suharyono yang juga merupakan Ketua Korpri Kabupaten Pati, Kamis (3/5), mengadakan aksi peduli di sejumlah wilayah di Kabupaten Pati.

Dalam kegiatan bertajuk "Korpri Pati Peduli Anak Yatim" itu, Ketua Korpri menyerahkan bingkisan secara langsung kepada anak yatim di Desa Mintobasuki, Gempolsari, Puri dan juga ke sejumlah Panti Asuhan, seperti panti asuhan Alkhidmah Rendole Pati serta Panti Asuhan Ndolo Kusumo Tlogowungu.

Baca juga: Cakades Terpilih dan Kades Terciduk Razia Karaoke, Ini Tanggapan Bupati Pati

"Korpri ingin berbagi di bulan suci Ramadan sekaligus menyambut Nuzulul Quran. Semoga bantuan ini dapat membawa berkah bagi keluarga besar Korpri Kabupaten Pati," harap Suharyono.

Ia pun tak lupa menyemangati anak-anak yatim untuk tetap belajar, dan selalu semangat di tengah pandemi.

"Semoga kelak menjadi generasi yang cerdas, beriman dan bertaqwa. Amin," pungkasnya. (Adv)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

Bupati Haryanto Salurkan Bantuan Keuangan ke 6.996 Lembaga Keagamaan

Pati, Mitrapost.com - Bantuan kepada lembaga keagamaan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Pati Haryanto di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (3/5/2021). Sebanyak 6.996 Lembaga Keagamaan menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pati secara serentak hari ini.

Total anggaran mencapai Rp5.247.000.000, kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun di bulan Ramadan. Dengan tujuan untuk memberikan tali asih kepada lembaga keagamaan yang meliputi takmir masjid ataupun pengelola rumah ibadah lainnya yang ada di wilayah Kabupaten Pati.

Menurut Bupati Haryanto, bantuan untuk lembaga keagamaan ini sudah dilaksanakan selama kurang lebih 9 tahun, atau terhitung mulai sejak menjabat sebagai Bupati Pati. Untuk itu, Haryanto berpesan agar bantuan ini segera direalisasikan agar dapat dipergunakan untuk keperluan penerimanya.

Baca juga: Bupati Pati: Banyak Anak Jadi Yatim Karena Covid-19

"Nanti tolong segera direalisasikan. Ojo ono nganti entuk bantuan malah diendep ninggone rekeninge petinggi, disilih disik, kondo nek durung entuk bantuan," tegas Haryanto.

Dari tahun ke tahun, Lanjut Haryanto, bantuan ataupun tali asih kepada lembaga keagamaan ini selalu mengalami peningkatan. Mulai dari Rp200 ribu hingga mencapai Rp750 ribu pada tahun 2021 ini.

Khusus untuk bantuan kepada lembaga keagamaan dan guru TPQ, Haryanto mengatakan jika tidak ada refocusing.

"Ini berkat kegigihan kami Pemerintah Kabupaten Pati dalam memperjuangkan agar bantuan kepada lembaga keagamaan, guru TPQ, guru Madin, tidak kena refocusing. Karena untuk mendidik karakter anak-anak kita ya lewatnya dari lembaga-lembaga keagamaan ini," paparnya.

Melalui lembaga keagamaan tersebut, Haryanto berharap agar krisis moral khususnya di Kabupaten Pati ini bisa ditanggulangi dengan cara memberikan pendidikan karakter dan budipekerti. Sehingga nilai-nilai budaya sopan santun dan unggah-ungguh ketaatan kepada orang tua ini tetap terjaga. (Adv)

Baca juga:

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

Mayoritas Pesantren di Pati Tetap Pulangkan Santri di Libur Lebaran

Pati, Mitrapost.com- Larangan pulangkan santri saat mudik lebaran dari Kementerian Agama (Kemenag) mendapatkan respon yang berbeda dari setiap ponpes.

Hal tersebut, tidak lantas membuat mayoritas pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Pati urung memulangkan santrinya ke rumah masing-masing.

Situasi ini ditindaklanjuti oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati dengan mendata santri yang pulang dan mewajibkan pihak pesantren untuk melaksanakan tes kesehatan (rapid test/antigen/GeNose).

Baca Juga: Kemenag Tegal Ungkap Adanya Klaster Covid-19 Pondok Pesantren

"Dari Kanwil (Kantor Wilayah Kemenag Jateng) sudah ada surat edaran mendata masing-masing Ponpes, santri ada yang pulang dan tidak. Kita tindaklanjuti dengan himbauan menjaga prokes. Mewajibkan prosedur untuk membuat tes kesehatan swab antigen. Jadi pulang keadaan sehat," kata Mohammad Juned, selaku Plt Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD-Pontren) Kemenag Pati, Senin (3/5/21).

Kemenag mencatatat di Kabupaten Pati terdapat 198 pesantren. Diperkirakan santri yang akan menjalankan mudik lebaran mencapai ribuan orang.

Juned juga mengaku meski Kemenag telah mengimbau untuk menunda mudik para santri, keputusan sepenuhnya diserahkan pada kiyai dan pengurus Ponpes masing- masing.

Baca Juga: Konsep BLK di dalam Pesantren, Santri Mbengkel Pakai Peci

"Info yang kami dapat di Pati tetap memudikkan santrinya sebagian besar. Tapi tetap kita sosialisasikan ke pondok. Kalau pelarangan bukan wilayah kita (Kemenag) karena itu tanggujawab pesantren," ujar Juned.

Terkait tes kesehatan, para pengurus Ponpes diinstruksikan untuk jalin komunikasi dengan Dinas Kesehatan atau Puskesmas setempat.

Selanjutnya pihak Ponpes diwajibkan mengkoordinir dan memfasilitasi keberangkatan kembali ke Ponpes setelah masa liburan Ramadan dan Idul Fitri 1442 H.

Baca Juga: Dewan Pati Apresiasi Keberhasilan Jogo Santri Tekan Kasus Covid-19 di Pesantren

Termasuk salah satunya memastikan kesehatan para santri menjelang kepulangan ke rumah dan kembali ke pondok dengan melaksanakan rapid tes/antirn/GeNose).

Pihak Ponpes diwajibkan untuk melaporkan hasil evaluasi kepada Kemenag Pati.

"Sementara untuk pondok yang tidak memulangkan santri, kita instruksi untuk Sholat Idul Fitri di masjid jangan dilapangan, qutbah maksimal 15 menit, dan kapasitas masjid 50 persen dari biasa. Sebisa mungkin tidak ada kerumunan," tandas Juned. (*)

Baca Juga:

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Mila Candra

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=SS5EZ1GSCQA[/embedyt]

Lebih Menguntungkan, Petani Gunungwungkal Gunakan Sistem Tumpang Sari

Pati, Mitrapost.com – Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Gunungwungkal, Med Nurhindarno, mengungkapkan petani di Gunungwungkal memaksimalkan lahan pertanian dengan menerapkan sistem tanam tumpang sari.

Sistem penanaman tumpangsari (intercropping) menurutnya banyak memberikan manfaat bagi para petani. Khususnya dari sisi peningkatan ekonomi maupun dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan yang lebih baik.

“Lahan kami memiliki kontur yang berbukit-bukit. Sehingga untuk memaksimalkan lahan yang dimiliki petani, kami menerapkan sistem tumpang sari,” ungkapnya, Senin (3/5/2021).

Selain itu, kelebihan system tumpang sari dapat meningkatkan kesuburan tanah karena ada rotasi tanaman dalam satu waktu.

Baca juga: BPP Gunungwungkal Ajak Petani Optimalkan Produktivitas Tanaman Holtikultura

Terlebih lahan pertanian di Gunungwungkal didukung dengan kesuburan karena letak geografisnya yang berada di lerang Muria sehingga bisa digunakan untuk menanam berbagai jenis komoditas.

Sistem tanam tumpang sari memungkinkan petani mendapatkan pendapatan dari hasil pertanian yang berbeda. Hasil tersebut dapat digunakan untuk bertahan ketika mereka mengalami gagal panen akibat cuaca pun kondisi yang tidak terduga pada pertanian.

Adapun komoditas yang biasa ditanam oleh petani Gunungwungkal secara tumpang sari adalah tanaman pangan terdiri dari padi, jagung, kacang tanah, dan ubi jayu.

Baca juga: Harga Ubi Kayu Turun, Petani Gunungwungkal Beralih ke Biofarmaka

Sementara tanaman perkebunan terdiri dari tebu, kopi, kakao, dan kelapa. Sedangkan tanaman holtikultura terdiri dari durian, jeruk, alpukat, mangga, pisang, manggis.  Selain itu, terdapat tanaman biofarmaka seperti laos, jahe, sembung, kencur, dan kapulaga.

Med mengatakan bahwa petani memanfaatkan tumpang sari sebagai sistem tanam yang bisa memaksimalkan hasil produksi. Dalam satu kali masa tanam dan panen, petani bisa mendapatkan beberapa kali panen dengan dua jenis tanaman yang berbeda.  (*)

Baca juga: Jelang Lebaran, Penumpang Bus AKAP Meningkat

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa PS

 

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=2_2bbUp18Qk[/embedyt]

Selama Pandemi Penerimaan Jasa Raharja Cabang Pati Menurun

Pati, Mitrapost.com - PT Jasa Raharja (persero) Cabang Pati mengaku Pembatasan aktivitas angkutan kendaraan umum dan larangan mudik kala musim pandemi Covid-19 menyebabkan pendapatan (premi) penerimaan Jasaraharja menurun.

Kendati demikian, tidak akan mengurangi nilai pembayaran klaim atau santunan korban kecelakaan. Hal ini ditegaskan oleh Muhammad Hasbi selaku Pelaksana Teknis Jasa Raharja Cabang Pati.

"Kalau imbas dari angkutan umum yang tidak beroperasi pastinya berpengaruh pada penerimaan Jasa Raharja. Kan penerimaan kita dari aktivitas penumpang. Kalau tidak ada ya kita tidak ada," ujar Hasbi kepada Mitrapost.com saat diwawancarai di Kantornya kemarin.

Baca juga: Jasa Raharja Salurkan 18,8 M Santunan Laka Lantas Se-Keresidenan Pati

"Nilai klime juga tidak dikurangi karena sudah ditentukan oleh Kementerian Keuangan. Sejak 1 Juni 2017 belum ada perubahan," imbuhnya.

Ditambahkan bahwa penerimaan di seluruh perwakilan Jasaraharja di Jawa Tengah masih aman bahkan tak perlu melakukan subsidi silang meski pendapatannya berkurang.

"Kita tak separah di luar pulau Jawa yang penerimaan dan pengeluaran untuk santunan jomplang. Di luar Jawa kan kendaraan tidak terlalu banyak," terang Hasbi.

Baca juga: Jasa Raharja Beri Santunan Kepada Korban Kecelakaan 2 Mobil

Hasbi mengaku layanan pembayaran klaim Jasa Raharjajuga sangat cepat. Ketika pihak rumah sakit mengajukan klaim, tak harus menunggu lama Jasa Raharja langsung bisa bayar.

Tak jarang kata Hasbi,Jasa Raharja yang proaktif mendesak pihak rumah sakit untuk segera mengajukan administrasi klaim.

"Malah kita maunya rumah sakit itu cepat nagihnya karena kita dibatasi waktu 14 hari. Ketika pasiennya sudah pulang atau keluar dari rumah sakit langsung kita selesaiakan. Berkas jangan sampai tertunda," tandas Hasbi.(*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

Bupati Pati: Banyak Anak Jadi Yatim Karena Covid-19

Pati, Mitrapost.com - Bupati Kabupaten Pati, Haryanto mengatakan banyak anak yang jadi yatim lantaran pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Orang tua mereka meninggal terjangkit virus corona.

"Orang tuanya bagian yang terdampak Covid-19 itu," ujar Haryanto yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Pati saat menghadiri penyerahan santunan 100 anak yatim di Omah Cabe, Minggu (2/5/2021) sore kemarin.

Ia pun mengingatkan kepada masyarakat bahwa pendemi Covid-19 belum berakhir. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk selalu waspada dan menerapkan protokol kesehatan. Baik memakai masker, rajin cuci tangan dan menjaga jarak. "Pandemi Covid-19 ini belum sesuai. Jadi kita harus hati-hati," imbuh Haryanto.

Baca juga: Klaster Manakib, Bupati Pati: Tinggal Empat yang Positif

Haryanto juga mengapresiasi kepedulian para dermawan di Pati terhadap para anak yatim. Yayasan Subur Makmur Sejahtera menyerahkan parsel lebaran dan paket makanan berbuka puasa pada 100 anak yatim dan dhuafa

"Kalau ditotal di seluruh kabupaten Pati, kepedulian masyarakat untuk bersedekah pada yang membutuhkan nilainya tidak sedikit. Pemerintah sangat terbantu. Karena kalau (bantuan untuk kaum dhuafa) ditumpukan pada pemerintah saja, tidak akan mampu," kata dia.

Ia pun bersyukur dengan banyaknya komunitas sosial di Pati, yang tanpa pamrih membantu orang-orang yang membutuhkan uluran tangan.

Baca juga: Cakades Terpilih dan Kades Terciduk Razia Karaoke, Ini Tanggapan Bupati Pati

"Mereka membantu orang sakit, memberi santunan kematian, dan membantu semua yang membutuhkan. Mereka tidak pernah meminta imbalan materi, karena imbalannya adalah pahala," ungkap Haryanto.

Sementara itu, Ketua Yayasan Subur Makmur Sejahtera, Subur Wahyudi, mengucapkan terima kasih pada Bupati Haryanto yang bersedia menghadiri penyerahan bingkisan pada 100 anak yatim binaan mereka.

"Insyaallah kalau kita memuliakan anak yatim kita akan bersama Rasulullah di surga nanti," tandasnya. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

 

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

Dispertan Ajak Peternak Ayam Layer Perbaiki Manajemen Pemeliharaan

Pati, Mitrapost.com – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati berupaya meningkatkan efisiensi pemeliharaan ternak ayam layer bersama para...