Senin, 03 Mei 2021

Mayoritas Pesantren di Pati Tetap Pulangkan Santri di Libur Lebaran

Pati, Mitrapost.com- Larangan pulangkan santri saat mudik lebaran dari Kementerian Agama (Kemenag) mendapatkan respon yang berbeda dari setiap ponpes.

Hal tersebut, tidak lantas membuat mayoritas pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Pati urung memulangkan santrinya ke rumah masing-masing.

Situasi ini ditindaklanjuti oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati dengan mendata santri yang pulang dan mewajibkan pihak pesantren untuk melaksanakan tes kesehatan (rapid test/antigen/GeNose).

Baca Juga: Kemenag Tegal Ungkap Adanya Klaster Covid-19 Pondok Pesantren

"Dari Kanwil (Kantor Wilayah Kemenag Jateng) sudah ada surat edaran mendata masing-masing Ponpes, santri ada yang pulang dan tidak. Kita tindaklanjuti dengan himbauan menjaga prokes. Mewajibkan prosedur untuk membuat tes kesehatan swab antigen. Jadi pulang keadaan sehat," kata Mohammad Juned, selaku Plt Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD-Pontren) Kemenag Pati, Senin (3/5/21).

Kemenag mencatatat di Kabupaten Pati terdapat 198 pesantren. Diperkirakan santri yang akan menjalankan mudik lebaran mencapai ribuan orang.

Juned juga mengaku meski Kemenag telah mengimbau untuk menunda mudik para santri, keputusan sepenuhnya diserahkan pada kiyai dan pengurus Ponpes masing- masing.

Baca Juga: Konsep BLK di dalam Pesantren, Santri Mbengkel Pakai Peci

"Info yang kami dapat di Pati tetap memudikkan santrinya sebagian besar. Tapi tetap kita sosialisasikan ke pondok. Kalau pelarangan bukan wilayah kita (Kemenag) karena itu tanggujawab pesantren," ujar Juned.

Terkait tes kesehatan, para pengurus Ponpes diinstruksikan untuk jalin komunikasi dengan Dinas Kesehatan atau Puskesmas setempat.

Selanjutnya pihak Ponpes diwajibkan mengkoordinir dan memfasilitasi keberangkatan kembali ke Ponpes setelah masa liburan Ramadan dan Idul Fitri 1442 H.

Baca Juga: Dewan Pati Apresiasi Keberhasilan Jogo Santri Tekan Kasus Covid-19 di Pesantren

Termasuk salah satunya memastikan kesehatan para santri menjelang kepulangan ke rumah dan kembali ke pondok dengan melaksanakan rapid tes/antirn/GeNose).

Pihak Ponpes diwajibkan untuk melaporkan hasil evaluasi kepada Kemenag Pati.

"Sementara untuk pondok yang tidak memulangkan santri, kita instruksi untuk Sholat Idul Fitri di masjid jangan dilapangan, qutbah maksimal 15 menit, dan kapasitas masjid 50 persen dari biasa. Sebisa mungkin tidak ada kerumunan," tandas Juned. (*)

Baca Juga:

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Mila Candra

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=SS5EZ1GSCQA[/embedyt]

Lebih Menguntungkan, Petani Gunungwungkal Gunakan Sistem Tumpang Sari

Pati, Mitrapost.com Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Gunungwungkal, Med Nurhindarno, mengungkapkan petani di Gunungwungkal memaksimalkan lahan pertanian dengan menerapkan sistem tanam tumpang sari.

Sistem penanaman tumpangsari (intercropping) menurutnya banyak memberikan manfaat bagi para petani. Khususnya dari sisi peningkatan ekonomi maupun dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan yang lebih baik.

“Lahan kami memiliki kontur yang berbukit-bukit. Sehingga untuk memaksimalkan lahan yang dimiliki petani, kami menerapkan sistem tumpang sari,” ungkapnya, Senin (3/5/2021).

Selain itu, kelebihan system tumpang sari dapat meningkatkan kesuburan tanah karena ada rotasi tanaman dalam satu waktu.

Baca juga: BPP Gunungwungkal Ajak Petani Optimalkan Produktivitas Tanaman Holtikultura

Terlebih lahan pertanian di Gunungwungkal didukung dengan kesuburan karena letak geografisnya yang berada di lerang Muria sehingga bisa digunakan untuk menanam berbagai jenis komoditas.

Sistem tanam tumpang sari memungkinkan petani mendapatkan pendapatan dari hasil pertanian yang berbeda. Hasil tersebut dapat digunakan untuk bertahan ketika mereka mengalami gagal panen akibat cuaca pun kondisi yang tidak terduga pada pertanian.

Adapun komoditas yang biasa ditanam oleh petani Gunungwungkal secara tumpang sari adalah tanaman pangan terdiri dari padi, jagung, kacang tanah, dan ubi jayu.

Baca juga: Harga Ubi Kayu Turun, Petani Gunungwungkal Beralih ke Biofarmaka

Sementara tanaman perkebunan terdiri dari tebu, kopi, kakao, dan kelapa. Sedangkan tanaman holtikultura terdiri dari durian, jeruk, alpukat, mangga, pisang, manggis.  Selain itu, terdapat tanaman biofarmaka seperti laos, jahe, sembung, kencur, dan kapulaga.

Med mengatakan bahwa petani memanfaatkan tumpang sari sebagai sistem tanam yang bisa memaksimalkan hasil produksi. Dalam satu kali masa tanam dan panen, petani bisa mendapatkan beberapa kali panen dengan dua jenis tanaman yang berbeda.  (*)

Baca juga: Jelang Lebaran, Penumpang Bus AKAP Meningkat

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa PS

 

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=2_2bbUp18Qk[/embedyt]

Selama Pandemi Penerimaan Jasa Raharja Cabang Pati Menurun

Pati, Mitrapost.com - PT Jasa Raharja (persero) Cabang Pati mengaku Pembatasan aktivitas angkutan kendaraan umum dan larangan mudik kala musim pandemi Covid-19 menyebabkan pendapatan (premi) penerimaan Jasaraharja menurun.

Kendati demikian, tidak akan mengurangi nilai pembayaran klaim atau santunan korban kecelakaan. Hal ini ditegaskan oleh Muhammad Hasbi selaku Pelaksana Teknis Jasa Raharja Cabang Pati.

"Kalau imbas dari angkutan umum yang tidak beroperasi pastinya berpengaruh pada penerimaan Jasa Raharja. Kan penerimaan kita dari aktivitas penumpang. Kalau tidak ada ya kita tidak ada," ujar Hasbi kepada Mitrapost.com saat diwawancarai di Kantornya kemarin.

Baca juga: Jasa Raharja Salurkan 18,8 M Santunan Laka Lantas Se-Keresidenan Pati

"Nilai klime juga tidak dikurangi karena sudah ditentukan oleh Kementerian Keuangan. Sejak 1 Juni 2017 belum ada perubahan," imbuhnya.

Ditambahkan bahwa penerimaan di seluruh perwakilan Jasaraharja di Jawa Tengah masih aman bahkan tak perlu melakukan subsidi silang meski pendapatannya berkurang.

"Kita tak separah di luar pulau Jawa yang penerimaan dan pengeluaran untuk santunan jomplang. Di luar Jawa kan kendaraan tidak terlalu banyak," terang Hasbi.

Baca juga: Jasa Raharja Beri Santunan Kepada Korban Kecelakaan 2 Mobil

Hasbi mengaku layanan pembayaran klaim Jasa Raharjajuga sangat cepat. Ketika pihak rumah sakit mengajukan klaim, tak harus menunggu lama Jasa Raharja langsung bisa bayar.

Tak jarang kata Hasbi,Jasa Raharja yang proaktif mendesak pihak rumah sakit untuk segera mengajukan administrasi klaim.

"Malah kita maunya rumah sakit itu cepat nagihnya karena kita dibatasi waktu 14 hari. Ketika pasiennya sudah pulang atau keluar dari rumah sakit langsung kita selesaiakan. Berkas jangan sampai tertunda," tandas Hasbi.(*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

Bupati Pati: Banyak Anak Jadi Yatim Karena Covid-19

Pati, Mitrapost.com - Bupati Kabupaten Pati, Haryanto mengatakan banyak anak yang jadi yatim lantaran pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Orang tua mereka meninggal terjangkit virus corona.

"Orang tuanya bagian yang terdampak Covid-19 itu," ujar Haryanto yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Pati saat menghadiri penyerahan santunan 100 anak yatim di Omah Cabe, Minggu (2/5/2021) sore kemarin.

Ia pun mengingatkan kepada masyarakat bahwa pendemi Covid-19 belum berakhir. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk selalu waspada dan menerapkan protokol kesehatan. Baik memakai masker, rajin cuci tangan dan menjaga jarak. "Pandemi Covid-19 ini belum sesuai. Jadi kita harus hati-hati," imbuh Haryanto.

Baca juga: Klaster Manakib, Bupati Pati: Tinggal Empat yang Positif

Haryanto juga mengapresiasi kepedulian para dermawan di Pati terhadap para anak yatim. Yayasan Subur Makmur Sejahtera menyerahkan parsel lebaran dan paket makanan berbuka puasa pada 100 anak yatim dan dhuafa

"Kalau ditotal di seluruh kabupaten Pati, kepedulian masyarakat untuk bersedekah pada yang membutuhkan nilainya tidak sedikit. Pemerintah sangat terbantu. Karena kalau (bantuan untuk kaum dhuafa) ditumpukan pada pemerintah saja, tidak akan mampu," kata dia.

Ia pun bersyukur dengan banyaknya komunitas sosial di Pati, yang tanpa pamrih membantu orang-orang yang membutuhkan uluran tangan.

Baca juga: Cakades Terpilih dan Kades Terciduk Razia Karaoke, Ini Tanggapan Bupati Pati

"Mereka membantu orang sakit, memberi santunan kematian, dan membantu semua yang membutuhkan. Mereka tidak pernah meminta imbalan materi, karena imbalannya adalah pahala," ungkap Haryanto.

Sementara itu, Ketua Yayasan Subur Makmur Sejahtera, Subur Wahyudi, mengucapkan terima kasih pada Bupati Haryanto yang bersedia menghadiri penyerahan bingkisan pada 100 anak yatim binaan mereka.

"Insyaallah kalau kita memuliakan anak yatim kita akan bersama Rasulullah di surga nanti," tandasnya. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

 

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

Dampak Negatif Patah Hati Terhadap Kesehatan

Mitrapost.com – Patah hati lantaran putus cinta menjadi satu hal yang tak pernah diinginkan oleh setiap orang. Pasalnya, selain menyakitkan patah hati juga bisa berimbas pada kesehatan mental dan fisik seseorang.

Berikut ini dampak patah hati terhadap kesehatan tubuh.




  1. Merasa sakit




Menurut penelitiaan, berpisah dengan orang yang terkasih mendorong otak untuk mengirimkan sinyal rasa sakit ke seluruh tubuh. Hal itulah, yang menyebabkan orang yang patah hati merasakan rasa sakit, sedih, marah, dan kecewa.

Baca juga: Lalapan Daun Kenikir dan Manfaatnya Mencegah Hipertensi

Bahkan patah hati dapat menyebabkan sakit kepala, nafsu makan hilang, dan susah tidur. Ketika putus cinta, kadar hormone stres akan meningkat sementara itu, hormon dopamin akan turun.


  1. Muncul respons fight or flight




Respon ini mengaktifkan sistem saraf simpatetik dalam otak   yang menstimulus kelenjar adrenalin dan memicu produksi hormone katekolamin untuk menyiapkan tubuh mengambil tindakan. Namun, jika hormone tersebtu tidak dibutuhkan tubuh bisa berdampak negatif yang menyebabkan sesak napas, badan pegal-pegal, penumpukan lemak, dan hilangnya nafsu makan.


  1. Muncul jerawat dan rambut rontok




Hal ini terjadi sebab hormon akibat stress bisa melonggarkan folikel rambut secara bertahap sehingga menyebabkan rambut rontok saat disisir maupun keramas.

Di sejumlah kasus, stress akibat putus cinta dapat memicu trikotilomania yaitu  tindakan mencabut rambut dari kulit kepala. Jika dibiasakan, dapat menyebabkan kerontokan rambut hinga picu kebotakan.

Baca juga: Cara Alami Membuat Bunga Kering dengan Memanfaatkan Angin


  1. Sindrom patah hati




Gangguan jantung sementara akibat stress. Hal ini memicu kontraksi ringan dari ventrikel kiri dan menyebabkan sensasi tersedak dan secara berlebihan dapat meningkatkan adrenalin.

Gejala yang ditimbulkan diantaranya, nyeri dada, detak jantung tak beraturan, dan tubuh terasa lemas. Jika rasa sakit hati dan sedih yang muncul akibat putus cinta tak kunjung membaik, kondisi ini perlu diwaspadai, seperti membuat kamu merasa tidak berharga dan berada dalam kesedihan yang berlarut-larut, mudah putus asa, dan kesepian.

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

Panen Melon Kedua Menjadi Obat Gagal Panen Pertama

Pati, Mitrapost.com - Bagi petani melon Kecamatan Juwana di Desa Langgenharjo panen Musim Tanam kedua (MT-2) komoditas melon bulan April-Mei diandalkan mengobati gagal panen di musim tanam pertama (MT-1).

Sukamdi selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Juwana pada Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati mengungkapkan akibat curah hujan yang tinggi, di awal tahun 2021 para petani melon di Juwana mayoritas mengalami gagal panen dan merugi hingga puluhan juta rupiah.

"Kemarin kebanyakan kena penyakit kresek, bakteri dari daun. Gagal total sebagian besar nggak panen MT-1 juga faktor cuaca. Ada yang normal buahnya tapi membusuk tidak bertahan lama," ujar Sukamdi kepada Mitrapost.com saat ditemui di kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP)Kecamatan Juwana Kabupaten Pati kemarin.

Padahal tanaman melon modalnya lebih besar daripada komoditas yang lain. Satu individu tanaman melon membutuhkan biaya hingga belasan ribu rupiah. Para petani biasanya menanam sampai ribuan individu.

Baca juga: Video : Putus Rantai Distribusi Panen, Dispertan Pati Uji Coba Aplikasi E-Panen

Kendati tak menyebut produktivitasnya, Sukamdi mengatakan bahwa panen melon Bulan April lalu lumayan baik. Harga melon hingga bulan ini juga stabil di angka Rp6 hingga 8 ribu per kilogram.

Kini para petani melon di Juwana telah memasuki Musim Tanam ke tiga (MT-3). Dinas Pertanian Pati mengapresiasi para petani terus bangkit memilih komoditas potensial seperti melon dan bawang merah.

Lahan melon di Langgenharjo terhampar di lahan pertanain seluas 35 hektare. Para petani mayoritas menanam melon varietas golden.

Baca juga: Sasar Petani Milenial, Dispertan Pati Canangkan Podcast Pertanian

Perlu diketahui, Langgenharjo, para petaninya lebih suka menanam tanaman hortikultura, sementara komoditas padi hanya untuk sampingan.

"Lahan di Langgenharjo bisa ditanami 3 MT. Setiap MT tanamannya beragam, ada horti melon dan bawang. Setiap ada kegagalan langsung pindah. Kalau untung dilanjutkan. Selain itu mereka juga menanam sawi, kangkung, tomat," tandas Sukamdi. (Adv)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]


Jasa Raharja Salurkan 18,8 M Santunan Laka Lantas Se-Keresidenan Pati

Pati, Mitrapost.com PT. Jasa Raharja (Persero) Cabang Pati menyatakan telah menyalurkan santunan kecelakaan dengan nilai total Rp18,8 milliar sepanjang triwulan pertama tahun 2020.

Hal ini diungkapkan oleh Muhammad Hasbi, Penanggungjawab Teknik PT Jasa Raharja Cabang Pati. Ia mengurai santunan kecelakaan ini terdiri dari santunan korban meninggal, luka-luka, cacat, dan penguburan akibat kecelakaan non tunggal.

"Untuk periode 1 Januari hingga 30 April 2021, kita telah keluarkan nilainya Rp18.815.633.139 tahun ini. Untuk se Keresidenan Pati, yakni di Pati, Kudus, Rembang, Blora, dan Jepara," kata Hasbi saat ditemui di kantornya kemarin, Minggu (2/5/2021).

Baca juga: Laka Lantas di Daerah Sarang, Satu Korban Meninggal Dunia

Sementara untuk santunan di Pati, Jasa raharja telah menyalurkan dana sebesar Rp5,2 miliar.

"Untuk di Polres Pati sendiri sudah kita keluarkan Rp5.267.585.950 sampai dengan 30 April. Ini kasus yang terjamin laka yang bukan laka tunggal di undang-undang 33 dan 34," imbuh Hasbi.

Lanjutnya di periode Triwulan I/2021 mengalami penurunan sekitar Rp500 jutaan bila dibandingkan periode yang laka di tahun sebelumnya, dimana pada periode triwulan I tahun 2020 lalu PT. Jasa raharja Pati menbayar santunan sebesar Rp5,7 miliar untuk korban kecelakaan di Kabupaten Pati.

"Kabupaten Pati penurunan 500 jutaan. Tahun lalu nilainya Rp5.790.058.186 penurunan ini diikuti penurunan korban kecelakaan. Di data kepolisiian sedikit menurun, tapi ini enggak terlalu signifikan dibandingkan tahun lulu," katanya.

Baca juga: Jasa Raharja Pati Mengalami Penurunan Penerimaan dan Klaim Selama Pandemi

Hal tersebut membuktikan bahwa angka kecelakaan di Kabupaten Pati masih tinggi. Oleh karenanya pihak Jasa raharja mengimbau kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Kepada masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor juga diimbau agar secara tertib membayar pajak kendaran bermotor dan SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) setiap tahunnya untuk menjamin korban kecelakaan lalu lintas. (*)

Baca juga: Laka Tunggal di Jalan Lingkar Juwana, Truk Oleng Masuk Parit

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa PS

 

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=a1NOWCgEdOc[/embedyt]

Dispertan Ajak Peternak Ayam Layer Perbaiki Manajemen Pemeliharaan

Pati, Mitrapost.com – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati berupaya meningkatkan efisiensi pemeliharaan ternak ayam layer bersama para...