Senin, 03 Mei 2021

Dampak Negatif Patah Hati Terhadap Kesehatan

Mitrapost.com – Patah hati lantaran putus cinta menjadi satu hal yang tak pernah diinginkan oleh setiap orang. Pasalnya, selain menyakitkan patah hati juga bisa berimbas pada kesehatan mental dan fisik seseorang.

Berikut ini dampak patah hati terhadap kesehatan tubuh.




  1. Merasa sakit




Menurut penelitiaan, berpisah dengan orang yang terkasih mendorong otak untuk mengirimkan sinyal rasa sakit ke seluruh tubuh. Hal itulah, yang menyebabkan orang yang patah hati merasakan rasa sakit, sedih, marah, dan kecewa.

Baca juga: Lalapan Daun Kenikir dan Manfaatnya Mencegah Hipertensi

Bahkan patah hati dapat menyebabkan sakit kepala, nafsu makan hilang, dan susah tidur. Ketika putus cinta, kadar hormone stres akan meningkat sementara itu, hormon dopamin akan turun.


  1. Muncul respons fight or flight




Respon ini mengaktifkan sistem saraf simpatetik dalam otak   yang menstimulus kelenjar adrenalin dan memicu produksi hormone katekolamin untuk menyiapkan tubuh mengambil tindakan. Namun, jika hormone tersebtu tidak dibutuhkan tubuh bisa berdampak negatif yang menyebabkan sesak napas, badan pegal-pegal, penumpukan lemak, dan hilangnya nafsu makan.


  1. Muncul jerawat dan rambut rontok




Hal ini terjadi sebab hormon akibat stress bisa melonggarkan folikel rambut secara bertahap sehingga menyebabkan rambut rontok saat disisir maupun keramas.

Di sejumlah kasus, stress akibat putus cinta dapat memicu trikotilomania yaitu  tindakan mencabut rambut dari kulit kepala. Jika dibiasakan, dapat menyebabkan kerontokan rambut hinga picu kebotakan.

Baca juga: Cara Alami Membuat Bunga Kering dengan Memanfaatkan Angin


  1. Sindrom patah hati




Gangguan jantung sementara akibat stress. Hal ini memicu kontraksi ringan dari ventrikel kiri dan menyebabkan sensasi tersedak dan secara berlebihan dapat meningkatkan adrenalin.

Gejala yang ditimbulkan diantaranya, nyeri dada, detak jantung tak beraturan, dan tubuh terasa lemas. Jika rasa sakit hati dan sedih yang muncul akibat putus cinta tak kunjung membaik, kondisi ini perlu diwaspadai, seperti membuat kamu merasa tidak berharga dan berada dalam kesedihan yang berlarut-larut, mudah putus asa, dan kesepian.

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

Panen Melon Kedua Menjadi Obat Gagal Panen Pertama

Pati, Mitrapost.com - Bagi petani melon Kecamatan Juwana di Desa Langgenharjo panen Musim Tanam kedua (MT-2) komoditas melon bulan April-Mei diandalkan mengobati gagal panen di musim tanam pertama (MT-1).

Sukamdi selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Juwana pada Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati mengungkapkan akibat curah hujan yang tinggi, di awal tahun 2021 para petani melon di Juwana mayoritas mengalami gagal panen dan merugi hingga puluhan juta rupiah.

"Kemarin kebanyakan kena penyakit kresek, bakteri dari daun. Gagal total sebagian besar nggak panen MT-1 juga faktor cuaca. Ada yang normal buahnya tapi membusuk tidak bertahan lama," ujar Sukamdi kepada Mitrapost.com saat ditemui di kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP)Kecamatan Juwana Kabupaten Pati kemarin.

Padahal tanaman melon modalnya lebih besar daripada komoditas yang lain. Satu individu tanaman melon membutuhkan biaya hingga belasan ribu rupiah. Para petani biasanya menanam sampai ribuan individu.

Baca juga: Video : Putus Rantai Distribusi Panen, Dispertan Pati Uji Coba Aplikasi E-Panen

Kendati tak menyebut produktivitasnya, Sukamdi mengatakan bahwa panen melon Bulan April lalu lumayan baik. Harga melon hingga bulan ini juga stabil di angka Rp6 hingga 8 ribu per kilogram.

Kini para petani melon di Juwana telah memasuki Musim Tanam ke tiga (MT-3). Dinas Pertanian Pati mengapresiasi para petani terus bangkit memilih komoditas potensial seperti melon dan bawang merah.

Lahan melon di Langgenharjo terhampar di lahan pertanain seluas 35 hektare. Para petani mayoritas menanam melon varietas golden.

Baca juga: Sasar Petani Milenial, Dispertan Pati Canangkan Podcast Pertanian

Perlu diketahui, Langgenharjo, para petaninya lebih suka menanam tanaman hortikultura, sementara komoditas padi hanya untuk sampingan.

"Lahan di Langgenharjo bisa ditanami 3 MT. Setiap MT tanamannya beragam, ada horti melon dan bawang. Setiap ada kegagalan langsung pindah. Kalau untung dilanjutkan. Selain itu mereka juga menanam sawi, kangkung, tomat," tandas Sukamdi. (Adv)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]


Jasa Raharja Salurkan 18,8 M Santunan Laka Lantas Se-Keresidenan Pati

Pati, Mitrapost.com – PT. Jasa Raharja (Persero) Cabang Pati menyatakan telah menyalurkan santunan kecelakaan dengan nilai total Rp18,8 milliar sepanjang triwulan pertama tahun 2020.

Hal ini diungkapkan oleh Muhammad Hasbi, Penanggungjawab Teknik PT Jasa Raharja Cabang Pati. Ia mengurai santunan kecelakaan ini terdiri dari santunan korban meninggal, luka-luka, cacat, dan penguburan akibat kecelakaan non tunggal.

"Untuk periode 1 Januari hingga 30 April 2021, kita telah keluarkan nilainya Rp18.815.633.139 tahun ini. Untuk se Keresidenan Pati, yakni di Pati, Kudus, Rembang, Blora, dan Jepara," kata Hasbi saat ditemui di kantornya kemarin, Minggu (2/5/2021).

Baca juga: Laka Lantas di Daerah Sarang, Satu Korban Meninggal Dunia

Sementara untuk santunan di Pati, Jasa raharja telah menyalurkan dana sebesar Rp5,2 miliar.

"Untuk di Polres Pati sendiri sudah kita keluarkan Rp5.267.585.950 sampai dengan 30 April. Ini kasus yang terjamin laka yang bukan laka tunggal di undang-undang 33 dan 34," imbuh Hasbi.

Lanjutnya di periode Triwulan I/2021 mengalami penurunan sekitar Rp500 jutaan bila dibandingkan periode yang laka di tahun sebelumnya, dimana pada periode triwulan I tahun 2020 lalu PT. Jasa raharja Pati menbayar santunan sebesar Rp5,7 miliar untuk korban kecelakaan di Kabupaten Pati.

"Kabupaten Pati penurunan 500 jutaan. Tahun lalu nilainya Rp5.790.058.186 penurunan ini diikuti penurunan korban kecelakaan. Di data kepolisiian sedikit menurun, tapi ini enggak terlalu signifikan dibandingkan tahun lulu," katanya.

Baca juga: Jasa Raharja Pati Mengalami Penurunan Penerimaan dan Klaim Selama Pandemi

Hal tersebut membuktikan bahwa angka kecelakaan di Kabupaten Pati masih tinggi. Oleh karenanya pihak Jasa raharja mengimbau kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Kepada masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor juga diimbau agar secara tertib membayar pajak kendaran bermotor dan SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) setiap tahunnya untuk menjamin korban kecelakaan lalu lintas. (*)

Baca juga: Laka Tunggal di Jalan Lingkar Juwana, Truk Oleng Masuk Parit

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa PS

 

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=a1NOWCgEdOc[/embedyt]

Duh! 26 PK Terjaring Razia, Dua di Bawah Umur

Pati, Mitrapost.com - Sebanyak 26 pemandu karaoke (PK) atau Lady Companion (LC) terjaring razia penertiban karaoke, Sabtu (1/5/2021) malam. Mirisnya, dua PK diantaranya merupakan anak di bawah umur.

Razia penertiban karaoke yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati bersama Polres Pati ini selain menjaring PK, juga menjaring pemilik karaoke dan puluhan lelaki hidung belang.

Mereka terjaring dari empat tempat karaoke yang berbeda. Dan digelandang ke Markas Satpol PP untuk dimintai keterangan, diswab antigen, dan dikenai sanksi denda.

Baca juga: Video : Kejaring Razia, Puluhan PK dan Pengunjung Diswab Antigen

Puluhan orang tersebut terdiri atas 4 pemilik tempat karaoke, 26 perempuan Pemandu Karaoke (PK) atau Lady Companion (LC), 36 pengunjung laki-laki.

Sekretaris Satpol PP Pati Imam Kartiko mengatakan, dari seluruh orang yang dirazia, tidak semuanya berasal dari Pati. Ada pula yang dari luar kota. Di antaranya, tiga orang berasal dari Wonogiri.

“Tiga orang ini merupakan 2 orang anak di bawah umur bersama ibunya. Mereka bersama pemilik karaoke sudah dibawa ke Mapolres Pati untuk dimintai keterangan,” jelas dia.

Imam menjelaskan, anak di bawah umur yang terjaring razia mengaku datang untuk melamar pekerjaan. “Tapi tentang hal itu perlu diselidiki lebih lanjut. Nanti pihak Reskrim yang akan menyelidiki,” katanya.

Baca juga: Pemerintah Terapkan WGS Terhadap WNA India Positif Covid-19

Untuk hasil swabnya sendiri, seluruhnya dinyatakan negatif Covid-19. Mereka juga sudah dikenai denda. Rp1 juta untuk pemilik karaoke, dan R100 ribu untuk PK dan pengunjung.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Pati Kompol Sugino, mewakili Kapolres AKBP Arie Prasetya Syafaat, mengatakan penertiban karaoke ini sesuai ketentuan Perbup Pati nomor 66 tahun 2020.

Di mana tempat karaoke dilarang beroperasi selama pandemi Covid-19. Selain itu, sesuai Perda Kabupaten Pati nomor 8 tahun 2013 tentang penyelenggaraan tempat wisata, tempat hiburan karaoke diinstruksikan untuk tutup selama bulan Ramadan.

“Kami melakukan penertiban terhadap pelanggar Perbup 66 dan Perda Pariwisata. Setelah didata, dilakukan swab antigen. Kalau hasilnya positif akan kami isolasi. Bagi yang negatif dilakuan penindakan oleh Satpol PP sesuai Perbup 66,” tuturnya, Minggu (2/5/2021) kemarin.

Ia mengaku prihatin dengan masih banyaknya masyarakat dan pelaku usaha karaoke yang abai pada peraturan. Dia berharap mereka segera sadar dan tidak mengulangi kesalahan.

“Hentikan dulu operasionalnya, lagi pula mereka (tempat karaoke) juga tidak berizin. Apalagi ini bulan puasa. Sebelum kami tindak tegas lagi, yang masih bandel tolong berhenti,” tandas Kompol Sugino. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]


Pati Anggarkan Rp47,2 Miliar untuk THR ASN

Pati, Mitrapost.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menganggarkan sebanyak Rp47,2 miliar untuk tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN) di Bumi Mina Tani.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati Turi Atmoko saat ditemui Mitrapost.com di ruang kerjanya, Kamis (29/4/2021) lalu.

Turi mengungkapkan anggaran THR ini diberikan mulai Bupati Pati hingga ASN yang mempunyai jabatan yang paling rendah. "Anggarannya dari APBD itu untuk Pak Bupati ke bawah untuk ASN itu 47.269.694.337. Jadi Bupati ke bawah, semua ASN," kata Turi.

Baca juga: Hore, THR ASN Pati Cair Pekan Ini

Turi mengemukakan besaran THR setiap ASN berbeda-beda, tergantung gaji serupa bulan ASN yang bersangkutan. "Ini persis dengan gaji bulan April, terdiri dari gaji pokok, tunjangan pangan, tunjangan keluarga dan tunjangan lainnya," ungkapnya.

"Jadi persis dengan gaji bulan April. Namun THR itu ndak ada potongan-golongan tapi gaji itu kan ada potong-potongan jaminan kesehatan, iuran tapera dan seterusnya. Kalau THR tidak," jelas Turi.

Turi mengungkapkan ASN yang paling banyak mendapatkan THR adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pati dengan besaran lebih dari Rp8 juta.

Sedangkan ASN yang paling sedikit menerima THR adalah ASN dengan golongan 2A dengan besaran sekitar Rp2,5 juta. "Sekarang golongan satu sudah ndak ada, Mas. Sudah hampir ndak ada golongan 1A ndak ada. Minimal 2A kan pendidiknanya SMA Mulai golongan 2 sekitar Rp2,5 juta," tuturnya.

Baca juga: Aturan Baru, THR Diberikan Secara Penuh Tahun Ini

"Golongan 3 dibagi ada empat ABCD, paling tinggi ya pak Sekda sekira Rp8 juta lebih golongan 4D, masa kerjanya yang tinggi," ungkap Turi.

"Tahun kemarin berbeda, tahun kemarin eselon II ndak dapat THR. Tapi tahun ini perjuangan Kemendagri untuk bisa juga mendapatkan," tandasnya.

Rencananya, THR ini akan cair pada awal pekan ini. Hal ini berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur pencairan THR ASN dimana maksimal pencairan H-10 lebaran atau tanggal 3 Mei ini. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

 

BPP Gunungwungkal Ajak Petani Optimalkan Produktivitas Tanaman Holtikultura

Pati, Mitrapost.com - Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Gunungwungkal mengajak petani untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

Koordinator BPP Kecamatan Gunungwungkal, Med Nurhindarno menyampaikan kepada para petani agar tidak terlalu bergantung pada tanaman padi dan ubi kayu sebagai komoditas tanaman lokal.

Hal tersebut diwujudkan dengan meningkatkan budidaya tanaman holitikultura.

Tanaman holtikultura merupakan tanaman perkebunan yang berfokus pada buah- buahan, bunga, tanaman sayut, dan tanaman obat.

Baca Juga: BPP Gunungwungkal Bentuk Divisi Pemasaran Porang

Sedangkan BPP kecamatan Gunungwungkal, ingin memulainya dengan tanaman buah. Petani juga diharapkan untuk menanam tanaman holtikultura untuk menyeimbangkan produksi pertanian.

“Saya mengharapkan dan senantiasa mengimbau para petani supaya menanam tanaman buah-buahan di seperempat atau sebagian lahan yang dimiliki”, ujarnya.

Hal ini disampaikan sebagai bentuk antisipasi adanya kerugian yang sewaktu-waktu dialami petani, terutama pada waktu panen padi dan ubi kayu.

Baca Juga: BPP Pucakwangi Ungkap Prospek Penjualan Tembakau 2021 Kurang Bagus

Penurunan minat beli ubi kayu pada tahun ini, mengakibatkan banyak petani yang mengalami kerugian karena turunnya harga jual.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa hasil panen tanaman padi kurang memberi dampak keuntungan bagi petani Gunungwungkal.

Sebab, sebagian besar lahan produktif pertanian padi di Kecamatan Gunungwungkal tidak begitu luas.

Walaupun luas areal pertanian padi mencapai 3.287 hektare. Namun, karena sulitnya akses panen membuat petani kesulitan mengangkut hasil padi. Hal tersebut disebakan karena kontur tanah yang berbukit-bukit.

Baca Juga: Pasarkan Produk Pertanian, BPP Sukolilo Jalin Kerjasama

“Kontur yang berbukit-bukit menyebabkan petani memerlukan ojek untuk mengangkut hasil panen padi. Hal ini mengharuskan mereka mengeluarkan biaya tambahan. Selain itu harga panen padi mengalami penurunan”, ujar Med.

Luas areal sawah rata-rata 0,4 hektare. Luasannya sangat sempit karena berada di lereng gunung.

Oleh karena itu, BPP Gunungwungkal memberikan alternatif kepada para petani, dengan mengoptimalkan tanaman holtikultura.

“Itu sebabnya mindset petani harus diubah, sebaiknya lahan-lahan produktif dioptimalkan untuk menanam tanaman holtikultura. Karena padi dan ubi kayu sering mengalami kendala dalam hal harga dan hama yang kurang menguntungkan petani. Sehingga jangan bergantung pada padi saja”, pungkasnya. (*)

Baca Juga:

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Mila Candra

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=SS5EZ1GSCQA[/embedyt]


Hore, THR ASN Pati Cair Pekan Ini

Pati, Mitrapost.com - Kabar baik bagi aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Pati. Tunjangan Hari Raya (THR) Idulfitri 1442 H bagi ASN direncanakan cair pada awal pekan ini.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati Turi Atmoko saat ditemui Mitrapost.com, Kamis (29/4/2021) lalu.

"Rencana kami untuk THR ini, Jumat Sabtu kami akan berusaha mencetak struk gajinya itu. Kemudian dikirim ke OPD. Kemudian hari Senin SPN (Surat Perbendaharaan Negara) atau surat perintah pembayaran," ungkap Turi.

Baca juga: Aturan Baru, THR Diberikan Secara Penuh Tahun Ini

"Kemudian hari Selasa kami akan mengeluarkan SP2D atau pencairan THR di tahun 2021," lanjut dia.

Langkah pencairan ini, kata Turi, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang diterima pihaknya pada Kamis (29/4/2021) lalu. Dalam PMK itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatur pencairan THR ASN.

"PMK itu paling cepat 10 hari sebelum hari raya. Paling cepat itu kan tanggal 3 Mei. Tapi kami memilih tanggal 4 Mei. Setelah tanggal 4, siangnya, malamnya paginya bisa diambil di ATM," tutur Turi

"Paling lambat pada hari H-1 Tapi saya ya pasti digrundeli pada ngedumel. Ndak-ndak sehari selesai kog. Kan ada rekeningnya langsung. Maka saya memilih tanggal 4," tegasnya.

Besaran THR ASN ini sama dengan besaran gaji dan tunjangan setiap ASN dalam kurun satu bulan. Bedanya, THR ini tidak ada potongan-potongan, seperti potongan untuk iuran jaminan kesehatan dan iuran lainnya.

Pencairan THR ini akan langsung dikirim ke rekening masing-masing. "Langsung ke rekening masing-masing," tandas Turi. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

Dispertan Ajak Peternak Ayam Layer Perbaiki Manajemen Pemeliharaan

Pati, Mitrapost.com – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati berupaya meningkatkan efisiensi pemeliharaan ternak ayam layer bersama para...