Senin, 03 Mei 2021

Duh! 26 PK Terjaring Razia, Dua di Bawah Umur

Pati, Mitrapost.com - Sebanyak 26 pemandu karaoke (PK) atau Lady Companion (LC) terjaring razia penertiban karaoke, Sabtu (1/5/2021) malam. Mirisnya, dua PK diantaranya merupakan anak di bawah umur.

Razia penertiban karaoke yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati bersama Polres Pati ini selain menjaring PK, juga menjaring pemilik karaoke dan puluhan lelaki hidung belang.

Mereka terjaring dari empat tempat karaoke yang berbeda. Dan digelandang ke Markas Satpol PP untuk dimintai keterangan, diswab antigen, dan dikenai sanksi denda.

Baca juga: Video : Kejaring Razia, Puluhan PK dan Pengunjung Diswab Antigen

Puluhan orang tersebut terdiri atas 4 pemilik tempat karaoke, 26 perempuan Pemandu Karaoke (PK) atau Lady Companion (LC), 36 pengunjung laki-laki.

Sekretaris Satpol PP Pati Imam Kartiko mengatakan, dari seluruh orang yang dirazia, tidak semuanya berasal dari Pati. Ada pula yang dari luar kota. Di antaranya, tiga orang berasal dari Wonogiri.

“Tiga orang ini merupakan 2 orang anak di bawah umur bersama ibunya. Mereka bersama pemilik karaoke sudah dibawa ke Mapolres Pati untuk dimintai keterangan,” jelas dia.

Imam menjelaskan, anak di bawah umur yang terjaring razia mengaku datang untuk melamar pekerjaan. “Tapi tentang hal itu perlu diselidiki lebih lanjut. Nanti pihak Reskrim yang akan menyelidiki,” katanya.

Baca juga: Pemerintah Terapkan WGS Terhadap WNA India Positif Covid-19

Untuk hasil swabnya sendiri, seluruhnya dinyatakan negatif Covid-19. Mereka juga sudah dikenai denda. Rp1 juta untuk pemilik karaoke, dan R100 ribu untuk PK dan pengunjung.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Pati Kompol Sugino, mewakili Kapolres AKBP Arie Prasetya Syafaat, mengatakan penertiban karaoke ini sesuai ketentuan Perbup Pati nomor 66 tahun 2020.

Di mana tempat karaoke dilarang beroperasi selama pandemi Covid-19. Selain itu, sesuai Perda Kabupaten Pati nomor 8 tahun 2013 tentang penyelenggaraan tempat wisata, tempat hiburan karaoke diinstruksikan untuk tutup selama bulan Ramadan.

“Kami melakukan penertiban terhadap pelanggar Perbup 66 dan Perda Pariwisata. Setelah didata, dilakukan swab antigen. Kalau hasilnya positif akan kami isolasi. Bagi yang negatif dilakuan penindakan oleh Satpol PP sesuai Perbup 66,” tuturnya, Minggu (2/5/2021) kemarin.

Ia mengaku prihatin dengan masih banyaknya masyarakat dan pelaku usaha karaoke yang abai pada peraturan. Dia berharap mereka segera sadar dan tidak mengulangi kesalahan.

“Hentikan dulu operasionalnya, lagi pula mereka (tempat karaoke) juga tidak berizin. Apalagi ini bulan puasa. Sebelum kami tindak tegas lagi, yang masih bandel tolong berhenti,” tandas Kompol Sugino. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]


Pati Anggarkan Rp47,2 Miliar untuk THR ASN

Pati, Mitrapost.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menganggarkan sebanyak Rp47,2 miliar untuk tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN) di Bumi Mina Tani.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati Turi Atmoko saat ditemui Mitrapost.com di ruang kerjanya, Kamis (29/4/2021) lalu.

Turi mengungkapkan anggaran THR ini diberikan mulai Bupati Pati hingga ASN yang mempunyai jabatan yang paling rendah. "Anggarannya dari APBD itu untuk Pak Bupati ke bawah untuk ASN itu 47.269.694.337. Jadi Bupati ke bawah, semua ASN," kata Turi.

Baca juga: Hore, THR ASN Pati Cair Pekan Ini

Turi mengemukakan besaran THR setiap ASN berbeda-beda, tergantung gaji serupa bulan ASN yang bersangkutan. "Ini persis dengan gaji bulan April, terdiri dari gaji pokok, tunjangan pangan, tunjangan keluarga dan tunjangan lainnya," ungkapnya.

"Jadi persis dengan gaji bulan April. Namun THR itu ndak ada potongan-golongan tapi gaji itu kan ada potong-potongan jaminan kesehatan, iuran tapera dan seterusnya. Kalau THR tidak," jelas Turi.

Turi mengungkapkan ASN yang paling banyak mendapatkan THR adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pati dengan besaran lebih dari Rp8 juta.

Sedangkan ASN yang paling sedikit menerima THR adalah ASN dengan golongan 2A dengan besaran sekitar Rp2,5 juta. "Sekarang golongan satu sudah ndak ada, Mas. Sudah hampir ndak ada golongan 1A ndak ada. Minimal 2A kan pendidiknanya SMA Mulai golongan 2 sekitar Rp2,5 juta," tuturnya.

Baca juga: Aturan Baru, THR Diberikan Secara Penuh Tahun Ini

"Golongan 3 dibagi ada empat ABCD, paling tinggi ya pak Sekda sekira Rp8 juta lebih golongan 4D, masa kerjanya yang tinggi," ungkap Turi.

"Tahun kemarin berbeda, tahun kemarin eselon II ndak dapat THR. Tapi tahun ini perjuangan Kemendagri untuk bisa juga mendapatkan," tandasnya.

Rencananya, THR ini akan cair pada awal pekan ini. Hal ini berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur pencairan THR ASN dimana maksimal pencairan H-10 lebaran atau tanggal 3 Mei ini. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

 

BPP Gunungwungkal Ajak Petani Optimalkan Produktivitas Tanaman Holtikultura

Pati, Mitrapost.com - Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Gunungwungkal mengajak petani untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

Koordinator BPP Kecamatan Gunungwungkal, Med Nurhindarno menyampaikan kepada para petani agar tidak terlalu bergantung pada tanaman padi dan ubi kayu sebagai komoditas tanaman lokal.

Hal tersebut diwujudkan dengan meningkatkan budidaya tanaman holitikultura.

Tanaman holtikultura merupakan tanaman perkebunan yang berfokus pada buah- buahan, bunga, tanaman sayut, dan tanaman obat.

Baca Juga: BPP Gunungwungkal Bentuk Divisi Pemasaran Porang

Sedangkan BPP kecamatan Gunungwungkal, ingin memulainya dengan tanaman buah. Petani juga diharapkan untuk menanam tanaman holtikultura untuk menyeimbangkan produksi pertanian.

“Saya mengharapkan dan senantiasa mengimbau para petani supaya menanam tanaman buah-buahan di seperempat atau sebagian lahan yang dimiliki”, ujarnya.

Hal ini disampaikan sebagai bentuk antisipasi adanya kerugian yang sewaktu-waktu dialami petani, terutama pada waktu panen padi dan ubi kayu.

Baca Juga: BPP Pucakwangi Ungkap Prospek Penjualan Tembakau 2021 Kurang Bagus

Penurunan minat beli ubi kayu pada tahun ini, mengakibatkan banyak petani yang mengalami kerugian karena turunnya harga jual.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa hasil panen tanaman padi kurang memberi dampak keuntungan bagi petani Gunungwungkal.

Sebab, sebagian besar lahan produktif pertanian padi di Kecamatan Gunungwungkal tidak begitu luas.

Walaupun luas areal pertanian padi mencapai 3.287 hektare. Namun, karena sulitnya akses panen membuat petani kesulitan mengangkut hasil padi. Hal tersebut disebakan karena kontur tanah yang berbukit-bukit.

Baca Juga: Pasarkan Produk Pertanian, BPP Sukolilo Jalin Kerjasama

“Kontur yang berbukit-bukit menyebabkan petani memerlukan ojek untuk mengangkut hasil panen padi. Hal ini mengharuskan mereka mengeluarkan biaya tambahan. Selain itu harga panen padi mengalami penurunan”, ujar Med.

Luas areal sawah rata-rata 0,4 hektare. Luasannya sangat sempit karena berada di lereng gunung.

Oleh karena itu, BPP Gunungwungkal memberikan alternatif kepada para petani, dengan mengoptimalkan tanaman holtikultura.

“Itu sebabnya mindset petani harus diubah, sebaiknya lahan-lahan produktif dioptimalkan untuk menanam tanaman holtikultura. Karena padi dan ubi kayu sering mengalami kendala dalam hal harga dan hama yang kurang menguntungkan petani. Sehingga jangan bergantung pada padi saja”, pungkasnya. (*)

Baca Juga:

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Mila Candra

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=SS5EZ1GSCQA[/embedyt]


Hore, THR ASN Pati Cair Pekan Ini

Pati, Mitrapost.com - Kabar baik bagi aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Pati. Tunjangan Hari Raya (THR) Idulfitri 1442 H bagi ASN direncanakan cair pada awal pekan ini.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati Turi Atmoko saat ditemui Mitrapost.com, Kamis (29/4/2021) lalu.

"Rencana kami untuk THR ini, Jumat Sabtu kami akan berusaha mencetak struk gajinya itu. Kemudian dikirim ke OPD. Kemudian hari Senin SPN (Surat Perbendaharaan Negara) atau surat perintah pembayaran," ungkap Turi.

Baca juga: Aturan Baru, THR Diberikan Secara Penuh Tahun Ini

"Kemudian hari Selasa kami akan mengeluarkan SP2D atau pencairan THR di tahun 2021," lanjut dia.

Langkah pencairan ini, kata Turi, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang diterima pihaknya pada Kamis (29/4/2021) lalu. Dalam PMK itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatur pencairan THR ASN.

"PMK itu paling cepat 10 hari sebelum hari raya. Paling cepat itu kan tanggal 3 Mei. Tapi kami memilih tanggal 4 Mei. Setelah tanggal 4, siangnya, malamnya paginya bisa diambil di ATM," tutur Turi

"Paling lambat pada hari H-1 Tapi saya ya pasti digrundeli pada ngedumel. Ndak-ndak sehari selesai kog. Kan ada rekeningnya langsung. Maka saya memilih tanggal 4," tegasnya.

Besaran THR ASN ini sama dengan besaran gaji dan tunjangan setiap ASN dalam kurun satu bulan. Bedanya, THR ini tidak ada potongan-potongan, seperti potongan untuk iuran jaminan kesehatan dan iuran lainnya.

Pencairan THR ini akan langsung dikirim ke rekening masing-masing. "Langsung ke rekening masing-masing," tandas Turi. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

BPP Gunungwungkal Bentuk Divisi Pemasaran Porang

Pati, Mitrapost.com - Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Gunungwungkal membentuk divisi yang berfokus pada pemasaran produk pertanian tanaman porang. Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator BPP Kecamatan Gunungwungkal, Med Nurhindarno kepada Mitrapost.com, Senin (3/5/2021).

Perlu diketahui, belum ada sistem pemasaran porang yang tertata di Kecamatan Gunungwungkal. Beberapa petani masih berinisiatif menjualkan produk porang secara mandiri.

“Kami siapkan divisi pemasaran untuk memasarkan porang. Supaya memudahkan petani dalam menjual belikan porangnya ke para pembeli,” ungkap Med.

Baca juga: BPP Wedarijaksa Bakal Beri Pelatihan Perencanaan Usaha Pertanian

Hal tersebut melatarbelakangi BPP Kecamatan Gunungwungkal menyediakan wadah yang membantu petani memasarkan produk pertanian porang.

Ia mengatakan beberapa petani di Kecamatan Gunungwungkal sedang marak membudidayakan tanaman porang. Pasalnya tanaman ini telah banyak tumbuh secara liar di sekitar lingkungan mereka.

“Porang di sini menjadi tanaman liar. Karena di sini banyak tanaman porang yang tumbuh begitu saja,” ucapnya.

Sebelum mendapati tren adanya prospek tanaman porang, petani di Gunungwungkal belum begitu tertarik membudidayakan tanaman porang secara serius. Akan tetapi, semenjak tanaman ini trennya naik, banyak petani yang mulai merubah perilakunya dalam membudidayakan porang.

Baca juga: BPP Sukolilo Jalin Kemitraan untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Menurutnya, potensi tanaman porang yang melimpah di Gunungwungkal membuat petani merasa diuntungkan. Karena mereka kebanjiran order dari pembeli yang tertarik untuk membeli bibit tanaman porang dari petani Gunungwungkal.

Terdapat 10 petani porang di Gunungwungkal. Mereka terdapat di Desa Perdopo, Desa Sampok, dan Desa Sidomulyo.

Med mengatakan jika luasan lahan porang di Kecamatan Gunungwungkal masih sedikit. Karena lahannya masih penjajakan. Selain itu, ia mengatakan bahwa porang menjadi tanaman budidaya baru bagi petani Gunungwungkal. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

Jalan Gabus-Winong Rusak, Warga Khawatirkan Potensi Kecelakaan

Pati, Mitrapost.com Kerusakan jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Gabus dengan Kecamatan Winong, Kabupaten Pati mengakibatkan akses pengguna jalan terganggu.

Pengguna jalan mengeluhkan kondisi rusaknya ruas jalan yang berlokasi di Desa Kebowan, Kecamatan Winong. Pasalnya, ruas jalan Gabus – Winong merupakan jalur utama penghubung antara dua kecamatan tersebut.

Terdapat beberapa lubang dan keretakan ruas jalan di sepanjang 1 kilometer pada jalan tersebut. Di musim kemarau ini, kerusakan jalan semakin memperparah kondisi jalan sebab debu jalanan mengganggu pandangan pengguna jalan

“Kondisi jalan memprihatinkan. Apalagi sekarang sedang bertepatan di bulan Ramadan sehingga lalu lintas pengguna jalan mengalami hambatan dan keterlambatan,” ungkap Bayu (24) salah satu pengguna jalan asal Winong, Senin (3/5/2021).

Baca juga: Jalan Rusak Dilindas Truk Gas, Warga Desa Sumber Gelar Demo

Menurutnya, banyak pengguna jalan yang terganggu dalam melakukan aktivitas pekerjaan akibat rusaknya jalan. Ditambah lagi, di bulan Ramdan memungkinkan jumlah pengguna jalan semakin meningkat karena banyak dari mereka yang melakukan kegiatan penting.

“Berbeda dari biasanya, masyarakat di bulan puasa harus lebih kerja keras dalam mencukupi kebutuhan ekonomi akibat meningkatnya kebutuhan pokok rumah. Sehingga perbaikan jalan amat sangat penting segera dilakukan demi mendukung kegiatan perekonomian.”

Baca juga: Jalan Pati-Gabus Hanya Ditambal-Sulam di Tahun Ini

Ia berharap pemerintah segera menyelesaikan permasalahan kerusakan ruas jalan tersebut agar memperlancar aktivitas pengguna jalan. Serta meminimalisir adanya potensi kecelakaan. Mengingat, banyak pengguna jalan yang bertumpu pada ruas jalan tersebut.

Menurut masyarakat setempat, mereka sudah terbiasa dengan kondisi jalan tersebut. Tetapi dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan dari luar daerah yang belum tahu medannya sama sekali. Khususnya saat malam hari.

Selain itu, minimnya pencahayaan mengharuskan pengguna jalan berhati-hati ketika melewati jalan tersebut. (*)

Baca juga: PT KAI Perketat Syarat Perjalanan Moda Kereta Api Jelang Mudik Lebaran

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa PS

 

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=xPK5gz48f-0[/embedyt]

Bupati Ingatkan Pentingnya Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Hadapi Permasalahan Umat

Pati, Mitrapost.com - Bertempat di Omah Cabe, Bupati Pati Haryanto, Minggu sore (2/5), menyempatkan diri untuk berbagi dengan anak yatim piatu dhuafa binaan Yayasan Subur Makmur Sejahtera (SMS).

"Semangatnya di sini adalah semangat kolaborasi guna menghadapi permasalahan umat. Dan semangat para donatur Yayasan Subur Makmur Sejahtera ini sudah menular. Saya pun jadi terdorong untuk ikut berbagi bagi yatim piatu maupun dhuafa yang tentunya selain dalam kondisi terbatas mereka pun harus bertahan di tengah pandemi seperti saat ini", jelas Bupati saat diwawancara usai menyerahkan santunan dan bingkisan lebaran secara simbolis di Joglo Omah Cabe.

Lebih lanjut, Haryanto mengakui bahwa sebenarnya tren partisipasi masyarakat lewat lembaga-lembaga sosial perlu terus digalakkan.

"Karena kita tahu sendiri kemampuan anggaran pemerintah sangatlah terbatas. Dukungan masyarakat lewat berbagai kegiatan amal tentu akan semakin mempercepat upaya pemerintah guna lepas dari dampak pandemi," imbuhnya.

Baca juga: Cakades Terpilih dan Kades Terciduk Razia Karaoke, Ini Tanggapan Bupati Pati

Menanggapi pernyataan Bupati, Ketua Yayasan Subur Makmur Sejahtera pun sepakat dengan konsep kolaborasi tersebut.

"Syukur-syukur kita nantinya tak hanya memberi sumbangan habis pakai saja. Tapi harapannya para donatur dengan didukung Pemkab bisa memberi kail. Artinya yatim piatu dhuafa ini diberikan keterampilan dan kemampuan untuk mengembangkan diri dan berusaha mandiri agar perekonomian keluarga dapat meningkat," terangnya.

Lebih lanjut, Subur menjelaskan, bahwa hari ini yayasan SMS membagikan 100 parsel lebaran berikut paket buka puasa. Dan oleh Bupati para yatim piatu dhuafa ini juga mendapat tambahan santunan khusus pemberian langsung dari kepala daerah yang sudah menjabat hampir dua periode tersebut.

"Hanya saja pembagiannya diatur per wilayah, dan yang ada di Omah Cabe ini hanya perwakilannya saja," imbuhnya.

Mengingat masih dalam masa pandemi, prosesi penyerahan bingkisan dan santunan pun dilaksanakan dengan protokol kesehatan. "Dan Pak Bupati hanya memberikan secara simbolis kepada perwakilan yatim piatu dhuafa yang hadir di Omah Cabe. Selebihnya bagi yang tidak bisa hadir langsung, parsel lebaran dan paket buka puasa untuk mereka, diantar ke masing-masing kantor Kelurahan tempat mereka tinggal," pungkasnya.(*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7ayidjB48X4[/embedyt]

Dispertan Ajak Peternak Ayam Layer Perbaiki Manajemen Pemeliharaan

Pati, Mitrapost.com – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati berupaya meningkatkan efisiensi pemeliharaan ternak ayam layer bersama para...