Kamis, 17 September 2020

Padatnya Jadwal Meeting Virtual Bisa Mengguncang Kesehatan Mental

Mitrapost.com – Akibat pandemi Covid-19, banyak kegiatan tatap muka beralih ke virtual. Jika dulu ketika rapat dilakukan di ruangan yang diikuti banyak orang, saat ini Anda hanya perlu membuka laptop maupun ponsel untuk mengaktifkan aplikasi meeting virtual.

Meski berhadapan di depan layar, banyak orang saling berlomba untuk tampil menarik tak peduli jika kanan kirinya berantakan. Tak jarang panggilan video bisa membuat orang jadi merasa tak nyaman dengan wajahnya. Beruntung kalau Anda bisa mematikan kamera saat rapat, tapi ada beberapa juga yang mengharuskan untuk memperlihatkan wajah.

Baca juga: Tips Mengelola Keuangan Bagi Kaum Milenial di Era Pandemi

Apa yang kini dianggap sebagai cara baru untuk berinteraksi dengan orang lain secara online ini secara tak langsung sudah memengaruhi cara seseorang melihat dan mengkritik diri sendiri. Bahkan ketika digunakan secara berlebihan, konferensi video dapat memicu dampak yang merusak bagi kesehatan mental dan citra tubuh seseorang.

Menurut Dr Martina Paglia, psikolog di The International Psychology Clinic dikutip dari CNNIndonesia, pada era ini komunikasi melalui platform sosial lebih sering terjadi daripada bertemu langsung, yang saat ini sudah langka. Itu memang datang dengan kelebihannya, tetapi itu juga telah menyebabkan paradoks kesepian, kecemasan, depresi, kebencian dan narsisme yang terkait langsung dengan penggunaan media sosial yang berlebihan.

Baca juga: Tips Kelola Keuangan Secara Ideal Ketika Single

Dalam kondisi saat ini, konferensi video yang bagi banyak orang menjadi fitur konstan dalam kehidupan kerja justru menambah masalah.

Pertemuan tatap muka adalah mekanisme penting untuk komunikasi dan menjaga lingkungan yang sehat. Ini cara yang bagus untuk memperkenalkan perasaan, emosi, sikap, gerak tubuh, dan postur kita secara non-verbal. Namun pada rapat virtual, kami perlu melakukan lebih banyak upaya untuk tetap aktif.

Baca juga: Tips Merawat Rambut Agar Terhindar Dari Kerusakan Bercabang  

Ini mungkin terdengar sepele, tetapi energi yang dibutuhkan untuk menjaga momentum tetap berjalan di ruang virtual yang penuh dengan gangguan, kegagalan teknologi, dan kelambatan dapat membuat kita merasa terkuras.

Dalam pertemuan kehidupan nyata, keheningan adalah alat yang sangat baik karena menciptakan ritme dan ketenangan yang alami. Dalam pertemuan virtual, itu membuat kami cemas dan marah. Kami keluar zona dan merasa orang lain kurang ramah dan fokus.

Baca juga: Tips Buat Smoothie Hijau Sehat dan Enak di Rumah

Jika Anda mengalami hal ini dan membiarkannya maka penggunaan media sosial dan platform konferensi yang berlebihan dapat merusak tingkat produktivitas kita, membuat kita kehilangan fokus dan menurunkan mood kita.

Memiliki kepala yang menatap diri sendiri untuk waktu yang lama bisa jadi tidak menyenangkan. Untuk menghilangkan kebosanan kita bisa lebih fokus pada memperbaiki rambut, riasan dan pakaian kita daripada terlalu fokus pada rapat. Karena ketika Anda merasa percaya diri maka Anda akan jadi lebih produktif dan juga efisien dalam bekerja.

Tak dipungkiri, melihat wajah kita bercahaya di sudut layar bisa membuat kita lebih sadar diri, tapi juga, lebih kritis.

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur: Atik Zuliati

Tetap Dekat dengan Kerabat, Hindari Kecanduan Media Sosial

Mitrapost.com – Saat ini banyak sekali media sosial bermunculan dan bersaing satu sama lain. Kehadiran media sosial ini sedikit banyak juga mempengaruhi gaya berkomunikasi kita. Berkomunikasi bisa semakin praktis, mengakses informasi juga gampang dengan satu sentuhan jari. Akan tetapi, kemudahan ini juga berpotensi negatif saat sudah kecanduan mengandalkan media sosial.

Dalam hal berkomunikasi misalnya. Tak jarang kita yang berada dalam satu ruangan saja memilih berkomunikasi menggunakan aplikasi chatting dari pada komunikasi secara langsung. Jika sudah begini, media sosial seolah mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Lingkaran seperti ini tentu tak baik jika dilakukan berlarut-larut.

Lalu, bagaimana cara mengatasi agar tidak kecanduan media sosial?

Baca juga: Terlalu Lama di depan Komputer, Lakukan Senam Mata untuk Redakan Mata Lelah

Sosialisasi di kehidupan nyata


Dalam kondisi tertentu berkomunikasi dengan memanfaatkan media sosial memang menguntungkan. Akan tetapi, menjalin komunikasi secara langsung sering kali menjadi cara bersosialisasi lebih dekat.

Ambil contoh di cerita film Susah Sinyal. Komunikasi anak dan ibu yang hanya melalui media sosial membuat hubungan keduanya terasa jauh dan berbatas. Berbeda ketika pada prosesnya, hubungan anak-ibu saling hadir dan berkomunikasi secara langsung. Hubungan keduanya menjadi lebih baik meskipun sang ibu sibuk dengan pekerjaannya.

Cari kegiatan lain


Kecanduan media sosial membuat kita enggan berpisah dari gawai. Apalagi di kondisi pandemi Covid-19 yang lebih banyak menuntut kita untuk social distancing dan physical distancing, media sosial menjadi salah satu jalan keluar untuk tetap terhubung dengan yang lain dan media penghiburan yang mudah didapat.

Saat sudah merasa kecanduan media sosial, maka kamu butuh melakukan kegiatan lain yang bisa mendistraksi dari men-scroll time line media sosial.

Banyak kegiatan yang bisa dicoba, mulai dari membuat kerajinan, bercocok tanam, mendekor ulang kamar tidur, dan kegiatan DIY lainnya. Kamu juga bisa mulai mempraktekkan hobi kamu yang belum terealisasi.

Baca juga: Pastikan Perangkat Anda Resmi, Ketahui Tanda-tanda Ponsel BM

Batasi penggunaan gadget


Gunakan media sosial seperlunya, atau manfaatkan dengan bijak penggunaan media sosial. Kamu nggak selalu harus update segala sesuatu di media sosial. Kurangi window shoping, scroll feed media sosial tiap menit.

Untuk mengontrol penggunaan gadget dan media sosial, kamu bisa memasang stopwatch atau alarm untuk mengingatkan waktu kamu dengan smartphone di tangan atau laptop di pangkuan.

Atau, kamu juga bisa mematikan notifikasi agar terhindar menggunakan media sosial secara berlebihan. (*)

Baca juga: 

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa PS

Rabu, 16 September 2020

Agar Tetap Waras Menghadapi Situasi Pandemi

Mitrapost.com – Baru-baru ini, studi baru menunjukkan pandemi Covid-19 juga dapat mengubah otak setiap orang walaupun tidak terinfeksi virus corona.

Melansir dari cnnindonesia, kemungkinan pandemi saat ini telah mengubah otak manusia. Perubahan terjadi karena rasa isolasi saat pandemi yang mengharuskan banyak orang berdiam di rumah. Situasi ini mengubah kimiawi otak sehingga menyebabkan perubahan dalam cara berpikir, misalnya muncul kecemasan, depresi, dan bahkan pikiran bunuh diri.

Baca juga: Tips Mengelola Keuangan Bagi Kaum Milenial di Era Pandemi

Pandemi Covid-19 menimbulkan rasa sedih yang mendalam misalnya kehilangan orang yang dicintai, rasa tidak berdaya, dan khawatir tertular atau menularkan virus. Selama masa pandemi, orang juga merasa sepi, mengalami perubahan kebiasaan, kehilangan pekerjaan, dan tidak aman secara finansial.

Perasaan-perasaan inilah yang memberikan pengaruh buruk pada struktur otak. Struktur otak yang buruk dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit seperti depresi.

Baca juga: Tips Merawat Rambut Agar Terhindar Dari Kerusakan Bercabang  

Tak hanya itu, situasi macam ini juga berefek jangka panjang seperti berisiko merusak fisiologi dan fungsi otak. Studi menunjukkan bahwa kekhawatiran dan ketakutan kronis dapat mengurangi aktivitas korteks prefrontal, merusak neuron, mengecilkan area otak, dan merusak pemikiran.

Menurut Psychology Today, peneliti menyebut situasi berbahaya ini dapat dicegah. Peneliti menjelaskan manusia memiliki pilihan untuk mengabaikan reaksi ketakutan di otak. Sangat mungkin bagi setiap manusia untuk menghilangkan rasa cemas dan khawatir karena pandemi Covid-19.

Baca juga: Video : INFO SEHAT – Tips Jaga Gizi Makanan Anak Selama New Normal Pandemi Covid-19 !! dr. Joko Kurniawan, M.Sc., Sp. A

Kemampuan ini juga dapat membuat struktur otak membaik dengan sendirinya.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan otak selama pandemi Covid-19.

Baca juga: Kegiatan Bekebun Menciptakan Kebahagiaan dan Gak Gampang Sakit

  1. Melakukan sesuatu yang berbeda


Cobalah untuk melakukan aktivitas yang berbeda. Sibukkan diri Anda dengan aktivitas yang menyenangkan sehingga tak lagi fokus pada pandemi Covid-19.

  1. Menenangkan diri


Lakukan pula sejumlah cara untuk menenangkan diri seperti beribadah, meditasi, yoga, tai chi, teknik pernapasan, atau pijat. Rilekskan pikiran agar dapat berpikir lebih jernih.

Baca juga: Tips Memilih Hewan Kurban dari Dinpertan Kudus

  1. Ceritakan masalah Anda


Ungkapkan perasaan dan masalah yang Anda rasakan. Ceritakan pada teman atau buku harian agar Anda bisa lebih tenang dan lega.

  1. Perhatikan alam


Lebih dekat dengan alam juga dapat membantu menenangkan diri dan membuat otak lebih sehat. Tak perlu jauh-jauh ke luar rumah, cukup nikmati angin sepoi-sepoi di pekarangan, pandangi langit biru, atau melihat bulan dan bintang di malam hari.

Baca juga: Jaga Daya Tahan Tubuh Si Kecil Agar Tetap Aktif dengan Tips Ini

  1. Olahraga


Olahraga dan aktivitas fisik juga membuat otak lebih sehat. Selain baik untuk kesehatan fisik, olahraga juga mengurangi kecemasan dan depresi.

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur: Atik Zuliati

Selasa, 15 September 2020

Cara Mengelola Keuangan di Tengah Ancaman PHK

Mitrapost.com - Masa pandemi Covid-19 memang membuat banyak perusahaan memberlakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan merumahkan sejumlah karyawannya.

Pastinya hal tersebut merupakan kabar buruk, bagi para pekerja karena mereka harus kehilangan pekerjaannya.

Jika, anda termasuk sebagai salah satu orang yang merasakan hal tersebut, tentu diharapkan dapat cepat bangkit dan berjuang dalam mengatur soal keuangan, apalagi di masa ini susah sekali mencari pekerjaan.

Dilansir oleh RRI dari beberapa sumber, berikut ini ada beberapa cara agar para pegawai yang terkena PHK dapat bangkit dan berjuang, meski dilanda krisis imbas pandemi, diantaranya:


  1. Buat rencana kontingensi skenario terburuk




Salah satu hal paling membantu yang dapat anda lakukan selama resesi terakhir adalah menciptakan apa yang disebutnya 'rencana kontingensi skenario terburuk'. Kontingensi adalah keadaan yang masih diliputi ketidakpastian dan berada di luar jangkauan.

Bayangkan seberapa jauh keuangan anda bisa jatuh karena pandemi dan petakanlah. Apa skenario terburuk? Kehilangan pekerjaan anda? Menghabiskan tabungan anda?

Kemudian tanyakan pada diri anda: Apa yang akan Anda lakukan? Mungkin kembali ke rumah orang tua atau mendapatkan teman sekamar. Atau mungkin itu berarti meminta pinjaman kepada teman dan keluarga atau mengajukan kebangkrutan.

Menyiapkan rencana permainan sebelumnya akan membuat anda lebih percaya diri jika anda perlu menjalankannya.


  1. Uang adalah harta karun




Pada saat-saat seperti ini, uang adalah harta karun. Mempertahankan modal anda harus menjadi prioritas dan berhentilah pada sesuatu di luar pembayaran minimum jika anda kehilangan pekerjaan atau sedang berjuang secara finansial.

Salah satunya dengan membayar utang dengan nominal minimum. Nasihat itu bisa terasa bertentangan dengan apa yang biasanya didengar orang Amerika, tetapi memperingatkan diri anda tidak tahu apa yang akan terjadi besok, minggu depan atau enam bulan dari sekarang.

Setelah anda memiliki rekening tabungan yang kuat dengan biaya hidup lebih dari enam bulan, maka anda bisa menaikkan satu tingkat nominal pembayaran utang anda. Tetapi ini bukan waktunya untuk melihat seberapa cepat anda dapat melunasi utang, kecuali anda memiliki bantal tabungan yang besar.


  1. Jangan ragu memangkas pengeluaran




Jika anda terbiasa dengan gaya hidup mewah, maka setelah ini anda harus melupakan semua itu dan memangkas semua pengeluaran anda. Jika anda kehilangan penghasilan, lakukan langkah untuk memotong semua biaya yang tidak penting.

Batalkan penggunaan TV Kabel, kurangi batas pemakaian internet, dan kurangi agenda berkumpul dengan teman. Jika anda memiliki kartu kredit, anda juga bisa memafaatkan layanan pemerintah tentang insentif kredit bagi pekerja terdampak corona.

Jika anda tidak memiliki tabungan darurat atau pekerjaan anda kurang stabil, maka anda mungkin ingin mulai menghilangkan biaya tambahan dan hidup sederhana. Di mana anda hanya membayar kebutuhan dasar, seperti makan, sewa tempat tinggal, dan menabung.


  1. Lihat aset




Selain memeriksa sisa pendapatan, anda disarankan untuk memeriksa aset-aset anda, baik yang likuid maupun aset tak bergerak. Kemudian tentukan mana aset yang lebih dahulu harus anda relakan bila membutuhkan dana darurat.

Namun perlu diingat, biasanya aset yang dipertahankan paling akhir adalah aset-aset berkualitas bagus. Seperti emas misalnya, pikirkan kembali apakah anda akan menjual aset berkualitas baik saat ini atau menunggu terlebih dahulu untuk mendapat lebih banyak keuntungan.


  1. Cari pekerjaan tambahan




Di masa pandemi, anda dituntut untuk menghasilkan pendapatan tambahan bila terkena PHK. Tentu saja, melamar pekerjaan bukan satu-satunya cara yang bisa anda lakukan di masa-masa sulit ini.

Anda harus berpikir kreatif menciptakan usaha baru, minimal usaha rumahan yang bisa anda jual. Manfaatkan peluang dan permintaan masyarakat di masa pandemi salah satunya jualan online. (*)

Baca juga :

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur : Dwifa Okta

Sabtu, 12 September 2020

Kenali Kode Label yang Menempel Pada Buah, Jangan Sampai Salah Makan

Mitrapost.com – Sadar tidak kita sering menjumpai label yang tertempel pada buah-buahan saat kita berbelanja di supermarket? Ternyata stiker-stiker yang tertempel itu merupakan kode Price Look Up (PLU) digital yang berisi informasi penting mengenai

Simak berikut ini untuk mengetahui makna dari kode-kode tersebut, melansir IDNTimes, Sabtu (12/9/2020).

Baca juga: Tips Merawat Rambut Agar Terhindar Dari Kerusakan Bercabang  

  1. Kode 4 digit diawali dengan angka 3 atau 4


Jika pada stiker tertera 4 digit angka, artinya buah atau sayuran tersebut diproduksi dengan bantuan teknik agronomik, termasuk penggunaan pestisida dan pupuk. Tetapi jangan panik, karena penggunaan pestisidanya sangat rendah jadi tidak beracun.

Selain itu, yang paling penting kamu harus tahu adalah cara membersihkan buah atau sayuran yang benar, supaya bisa menghilangkan residu pestisida, kuman, dan bakteri.

Baca juga: Tips Memotong Bawang Agar Peroleh Manfaat yang Maksimal

  1. Kode 5 digit diawali dengan angka 8


Jika stiker tertera kode 5 digit diawali dengan angka 8, artinya buah ini telah dimodifikasi genetika dalam proses pertumbuhannya. Buah tersebut termasuk dalam pangan GMO yang sempat menjadi pro dan kontra.

Penelitian menunjukkan bahwa melon, papaya, dan pisang termasuk buah yang sering dimodifikasi genetika. Jika kamu mencari informasi tentang kode PLU, jangan sertakan nomer pertama dari 5 digit angka ini, karena itu hanya sebuah identitas untuk produk GMO.

Baca juga: Tips Bersihkan Masker Kain untuk Mencegah Terjangkit Corona

  1. Kode 5 digit diawali dengan angka 9


Jika kamu melihat kode 5 digit yang diawali dengan angka 9, artinya buah atau sayuran ini tumbuh sesuai dengan USDA organik standar. Buah atau sayuran tersebut diproduksi dengan metode pertanian alami, tanpa menggunakan zat kimia.

  1. Buah yang tak ada stiker kode PLU


Kamu pasti sering membeli buah yang gak ada stiker kodenya, kan? Tapi itu bisa saja berbahaya. Buah yang impor seharusnya memiliki label stiker. Kalau tidak ada label sama sekali, kemungkinan telah dilepas karena alasan tertentu.

Nah, sekarang sudah tau kan makna dari stiker yang tertempel pada buah? Mulai sekarang lebih perhatikan lagi ya saat berbelanja buah untuk mengetahui keamanannya saat kita mengensumsi buah tersebut.

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur: Atik Zuliati

Menangis Bisa Membuat Perasaan Lebih Baik, Berikut Penjelasan Ilmiahnya

Mitrapost.com – Secara fisiologis manusia dapat mengasilkan tiga jenis air mata yaitu basal, reflex, dan emosional. Menangis menjadi salah satu respons alami yang dimiliki manusia terhadap berbagai emosi yang dirasakan seperti, kesedihan, kebahagiaan, hingga rasa sakit.

Sadar atau tidak, ketika menangis kita merasakan kelegaan tersendiri yang membuat perasaan kita merasa lebih baik. Mengapa bisa demikian? Simak penjelasan berikut ini menghimpun dari IDNTimes.

Baca juga: Kacang Merah Kaya Serat dan Manfaat Bagi Kesehatan

  1. Memiliki efek menenangkan


Menangis memiliki efek menenangkan karena membuat kita dapat mengatur emosi diri sendiri, sehingga mengurangi perasaan yang tidak menyenangkan.

Sebuah studi dalam jurnal Frontiers in Psychology menemukan bahwa menangis mungkin memiliki efek langsung yang dapat menenangkan diri. Studi tersebut menjelaskan bagaimana menangis dapat mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, yang pada akhirnya membantu kita menjadi lebih relaks.

Baca juga: Tips Kelola Keuangan Secara Ideal Ketika Single

  1. Menyadari emosi dan mengurangi stress


Menurut laman Bright Spot Therapy, penelitian menunjukkan bahwa air mata membantu kita mendapatkan lebih banyak informasi tentang perasaan seseorang dan membaca suasana hati mereka dengan lebih akurat.

Produksi air mata juga membantu menurunkan kadar kortisol saat kita berada dalam situasi stres tinggi dan mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, yaitu sistem di tubuh yang memperlambat detak jantung dan membantu kita beristirahat.

Baca juga: Manfaat Rebung yang Patut Kamu Ketahui

Jadi, menangis pada dasarnya adalah sinyal tubuh kepada diri sendiri dan orang lain bahwa kamu sedang merasakan emosi yang hebat dan kamu perlu menenangkan diri.

  1. Membantu meredakan rasa sakit


Penelitian dalam Frontiers in Psychology menemuka

Baca juga: Telang, Tumbuhan Liar menjadi Minuman Kaya Manfaat

Bahan kimia ini membuat kita merasa lebih baik serta dapat meringankan rasa sakit fisik dan emosional. Dengan cara ini, menangis dapat membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan rasa nyaman.

  1. Membuat tidur lebih nyenyak


Sebuah penelitian berskala kecil dalam jurnal Pediatrics menemukan bahwa menangis dapat membantu bayi tidur lebih nyenyak. Keadaan tersebut mungkin disebabkan karena adanya efek menenangkan, meningkatkan mood, dan menghilangkan rasa sakit dari menangis, sehingga dapat membantu kita lebih mudah tertidur.

Baca juga: Manfaatkan Potensi Wisata, Warga Demak Ini Banjir Pesanan Patung Burung Hantu

  1. Mendapat dukungan dari orang lain


Pada dasarnya menangis merupakan perilaku keterikatan, sehingga menangis membuat kita mendapatkan dukungan dari orang-orang di sekitar. Hal ini dikenal sebagai keuntungan interpersonal atau sosial.

Mulai saat ini, baik perempuan ataupun laki-laki, kamu tidak perlu malu mengekspresikan emosi dengan cara menangis. Sebab, menangis merupakan cara melampiaskan emosi yang tidak merugikan orang lain serta terbukti membuat diri sendiri merasa lebih baik.

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur: Atik Zuliati

Jumat, 11 September 2020

Ketahui Rahasia Kode Segitiga Dibalik Botol Plastik

Mitrapost.com – Botol plastik sering kali digunakan kembali dan menjadi alternatif sebagai pengganti wadah benda cair lainnya seperti kecap, cuka, saos dan lainnya. Tapi tahukah kamu enggak semua jenis botol plastik bisa digunakan kembali atau istilah kerennya reuse? Bagaimana bisa kita mengetahui botol plastik itu masih bisa digunakan lagi atau hanya sekali pakai?

Sebenarnya, jika lebih jeli pada setiap botol plastik sudah diberi tanda dengan simbol segitiga dengan nomor di tengahnya. Tanda segitiga beserta nomornya pun mengandung arti yang berbeda.

Ada rahasia apa dibalik tanda segitiga dan angka yang berada di bokong botol plastik?

Angka 1: Polyethylene Terephthalate (PETE)


Tanda segitiga dengan angka 1 ditengahnya biasa ditemukan pada botol minuman kemasan dan botol yang bening atau transparan.

Selain ditunjukkan dengan angka, tanda segitiga pada botol juga disertai dengan keterangan tulisan dibawahnya. Pada angka 1 dengan tulisan PET atau PETE merujuk pada jenis plastik  Polyethylene Terephthalate.

Jenis plastik ini baik digunakan hanya sekali pakai dan tidak diperbolehkan untuk menyimpan air panas maupun hangat. Alasannya karena lapisan polimer pada jenis plastik PETE ini meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker.

Baca juga: Penggunaan Kantong Plastik di Toko Modern Turun 3 Kilo per Hari

Angka 2: High Density Polyethylene (HDPE)


Jenis plastik dengan keterangan HDPE sering ditemui pada botol sampo, galon air minum, deterjen, pembersih dan lainnya

Plastik jenis HDPE umumnya berwarna putih susu, namun juga bisa ditemui dengan warna lainnya. Kemasan plastik HDPE sifatnya sangat kuat dan fleksibel serta tahan pada suhu minus 17-82 derajat celcius.

Kemasan plastik HDPE bisa digunakan lebih dari satu kali.

Angka 3: Vinyl (V)


Angka 3 dan keterangan V menunjukkan plastik berjenis polyvinyl chloride (PVC). Jenis plastik ini sulit didaur ulang. Salah satu jenis plastik ini adalah cling wrap atau palastik pembungkus. Plastik jenis vinyl aman digunakan untuk membungkus makanan atau minuman dingin, namun tidak baik untuk membungkus makanan panas.

Angka 4: Low Density Polyethylene (LDPE)


Tanda segitiga dengan kode angka 4 dan tulisan LDPE ini biasa ditemukan pada tempat makanan, plastik makanan.

Tipe plastik LDPE adalah kuat dan tidak transparan tetapi dapat tembus cahaya dan fleksibel. Jenis platik ini bisa didaur ulang dan aman digunakan lebih berulang kali.

Angka 5: Polypropylene (PP)


Jenis plastik polypropylene adalah jenis plastik terbaik dan aman digunakan sebagai tempat makanan dan minuman.

Plastik dengan kode PP biasa ditemukan pada botol minum, wadah yogurt dan margarine, obat, sirup dan lain-lain. Jenis plastik ini mempunyai karakteristik transparan, daya tembus uap rendah, dan stabil terhadap suhu tinggi.

Baca juga: 5 Bahan Alami Ini Manjur Atasi Tumit Pecah-pecah

Angka 6: Polystyrene (PS)


Kode angka 6 dan tulisan PS biasa dipakai pada tempat makan berbahan styrofoam dan tempat minum sekali pakai.

Jenis plastik ini merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene terutama jika bersentuhan pada makanan panas, minyak, alkohol dan makanan asam.

Bahan ini dinilai cukup berbahaya karena dapat mengganggu kesehatan.

Angka 7: Other


Pada kode segitiga dengan angka 7 biasanya disertai dengan keterangan other (O). Tanda ini menunjukkan jika plastik terbuat dari bahan selain angka 1 sampai 6 diatas.

Label plastik ini terbuat dari SAN (styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene), PC (polycarbonate), dan Nylon.

SAN dan ABS memiliki ketahanan yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, dan kekakuan.

Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi.

Sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan pembuat maninan lego dan pipa.

PC dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak di bawah umur tiga tahun, botol minuman polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, seperti kaleng susu formula. (*)

Baca juga: Cegah dan Atasi Masalah Bibir Kering dengan Bahan-bahan Ini

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa PS

 

Dispertan Ajak Peternak Ayam Layer Perbaiki Manajemen Pemeliharaan

Pati, Mitrapost.com – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati berupaya meningkatkan efisiensi pemeliharaan ternak ayam layer bersama para...